Podiumnews.com / Aktual / News

Tanggapi Pendidikan Jelang New Normal, KMHDI Bangli Gelar Seminar Online

Oleh Podiumnews • 01 Juli 2020 • 21:16:56 WITA

Tanggapi Pendidikan Jelang New Normal, KMHDI Bangli Gelar Seminar Online
Seminar online Pendidikan jelang new normal PC KMHDI Bangli bersama BEM Suar Bangli, Rabu (1/7). (Foto: Istimewa)

BANGLI, PODIUMNEWS.com - Menanggapi tantangan dunia pendidikan menjelang era kenormalan baru (new normal), Pimpinn Cabang Kesatuan Mahasiswa Hindu Dharma Indonesia (PC KMHDI) Bangli bersama Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Suar Bangli mengadakan kegiatan seminar online, Rabu (1/7).

Kegiatan bertema ‘New Normal Education, Tantangan Dunia Pendidikan Hadapi Era Revolusi Industri 4.0’ itu diikuti oleh 111 peserta dari kalangan Dosen, Guru, mahasiswa dan umum. Menghadirkan narasumber Ketua Kampus STKIP Suar Bangli I Wayan Numertayasa, S.Pd.,M.Pd.

Wabah Covid-19 telah merubah struktur dunia pendidikan dengan cepat. Memaksa pelajar dan tenaga didik membiasakan diri dengan sistem pembelajaran jarak jauh menggunakan teknologi. Hal ini secara tidak langsung membawa dunia pendidikan kedalam tantangan era revolusi 4.0.

Dunia Pendidikan dituntut kreatif memanfaatkan teknologi digital dalam pembelajaran secara e-learning. Kondisi ini memaksa setiap orang mau tidak mau untuk melakukannya. Kondisi yang sama dirasakan pelajar. Penerapan sistem pembelajaran online (daring) memaksa para pelajar memanfaatkan teknologi ditengah tuntutan kreativitas dan perubahan pola pikir.

Terdapat empat pembahasan yang disampaikan oleh narasumber selama webinar berlangsung meliputi new normal pendidikan, merdeka belajar, revolusi industri 4.0 dan belajar dirumah.

I Wayan Numertayasa selaku narasumber menyampaikan pendidikan di era new normal saat ini secara tidak langsung memiliki keterkaitkan dengan konsep merdeka belajar  yang dikemukankan oleh Mendikbud Nadiem Anwar Makarim.

“Pendidikan di era new normal saat ini jika dikaitkan dengan konsep merdeka belajar bahwasannya merdeka belajar adalah kemerdekaan berpikir, kemerdekaan berpikir ini harus dimulai dari guru, Guru adalah Instrumen utama dari pembelajaran, instrumen penerjemah kurikulum dan guru harus berpikir secara mandiri,” ungkap Wayan Numertayasa.

Lebih lanjut, dalam konsep merdeka belajar, dihubungkan dengan kesiapan dunia pendidikan di era revolusi 4.0, hal itu hanya dapat diimplementasikan dengan merujuk pada paradigma baru. “Yaitu pendidikan yang bercirikan peserta didik sebagai konektor, creator, dan konstruktivitas, dalam rangka produksi dan aplikasi pengetahuan serta inovasi dalam mencetak SDM yang unggul dan siap bersaing di dunia global,” paparnya.

Permasalahan pembelajaran dari rumah dapat digolongkan menjadi 3 yaitu masalah yang dialami oleh guru, orang tua dan siswa. “Pasalnya tidak semua guru mahir menggunakan teknologi, kurangnya fasilitas pendukung dan budaya belajar jarak jauh masih kurang, sehingga penguasaan strategi pembelajaran juga masih kurang,” pungkasnya.

Kemampuan orang tua dalam membimbing dan mengawasi anak di rumah juga masih terbatas waktu, fasilitas dan biaya pembelajaran anak yang mengharuskan memiliki kuota intenet, dengan demikian siswa akan mengalami keterbatasan fasilitas, siswa merasa jenuh karena suasana belajar tidak seperti disekolah.

“Terkait keterbatasan waktu, orang tua harus membiasakan kebiasaan baru dalam lingkungan keluarga dengan tetap memperhatikan pendidikan anak. Terkait dengan kemampuan mendidik anak yang dapat dilakukan adalah dengan menggelorakan ‘Pendidikan Keluarga’. Implementasi pendidikan keluarga perlu diperluas dengan mengembangkannya ke dalam pembelajaran dari rumah,” jelasnya lanjut.

I Komang Nada Kusuma selaku Ketua BEM STKIP Suar Bangli menyampaikan diakhir WEBINAR kali ini dilakukan pengundian doorprize buku bacaan kepada peserta webinar yang beruntung dengan harapan dapat meningkatkan semangat literasi.

Selain itu, Ni Komang Nopi Karuniasari selaku Ketua PC KMHDI Bangli menyampaikan sebelum webinar ini dilaksanakan, pihaknya telah mengadakan diskusi dalam jaringan yang dikemas dengan diskusi publik dengan topik dunia pendidikan menjelang era new normal.

“Harapan kedepannya kegiatan seperti ini akan selalu diupayakan guna membuka ruang diskusi bagi masyrakat khusunya para pelajar, guru dan siswa dalam membagi informasi dan solusi dalam menjalani dan beradaptasi denga dunia pendidikan di era new normal,” harapnya. (RIS/PDN)