Podiumnews.com / Aktual / News

RS Bali Mandara Telah Tangani 460 Pasien Covid-19

Oleh Podiumnews • 24 Juli 2020 • 13:58:26 WITA

RS Bali Mandara Telah Tangani 460 Pasien Covid-19
dr. Bagus Darmayasa

DENPASAR, PODIUMMEWS.com - Direktur RSBM, dr. Bagus Darmayasa menyebutkan pasca ditunjuk sebagai rumah sakit rujukan penanganan pasien Covid-19 sejak April lalu, Rumah Sakit Bali Mandara (RSBM) yang terletak di Jalan Bay Pass Ngurah Rai, Sanur, Denpasar Selatan ini, total telah menangani sebanyak 460 pasien yang terpapar Sars-Cov-2.

Dari jumlah itu menurutnya, yang masih dirawat atau kasus aktif tersisa sebanyak 30 pasien. Dalam perawatan tersebut, Dokter Bagus juga melakukan terapi usadha Bali berbahan dasar arak yang dicampur extrak jeruk lemon dan minyak kayu putih.

“Sejak terjadinya pandemi Covid-19, RSBM sudah ikut merawat pasien yang terpapar virus korona. Awalnya pada 9 Maret ada dua pasien, yakni satu orang Belgia dan satu orang lokal kita, yang kebetulan pekerja migran dari Itali. Astungkara semuanya sembuh dan yang paling lama itu, pekerja migran yang baru pulang dari Itali itu. Dia dirawat selama 36 hari,” tuturnya pada Jumat (24/7) di Denpasar.

Dokter Bagus juga mengungkapkan bahwa dari sekian pasien yang dirawat, empat diantaranya meninggal dunia. “Pasien yang meninggal ini, yakni dengan gejala-gejala atau membawa penyakit penyerta dan sudah berumur di atas 50 tahun,” jelasnya.

Ditambahkannya, saat ini RSBM dengan kapasitas 40 tempat tidur untuk pasien Covid-19 merawat 30 pasien. “Astungkara, ada kencederungan untuk sembuh. Di mana mereka dengan rata-rata usia 40 sampai dengan 50 tahun. Mereka berasal dari lokal Bali,” tambahnya.

Sementara untuk treatment arak Bali, Dokter Bagus menuturkan bahwa pihaknya sesuai arahan Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bali telah membuat nebuleser untuk terapi usadha Bali tersebut. “Astungkara hasilnya bagus. Setelah swab ke dua hasilnya negatif. Jadi memang berkasiat arak ini yang dilakukan dengan nebuleser untuk melegakan tenggorokan. Jadi itu arak yang dipanaskan dan uapnya dihirup,” bebernya.

Dikatakannya, kendatipun menggunakan treatment ini, namun dari pengobatan medis tetap dilakukan. “Jadi kita lakukan dengan pengunaan medis, dan terapi ini khusus bagi pasien yang dalam keadaan tidak terlalu berat. Bahkan kami pakai handuk,” tandasnya. (BAS/PDN)