Search

Home / Peristiwa

Penyuluh Hindu Kota Denpasar Dinilai Potensial sebagai Teladan Nasional Kemenag

Ricky Satriawan   |    19 Agustus 2020    |   20:36:39 WITA

Penyuluh Hindu Kota Denpasar Dinilai Potensial sebagai Teladan Nasional Kemenag
I Putu Widya Candra Prawartana. (Foto: Istimewa)

DENPASAR, PODIUMNEWS.com – Penyuluh agama Hindu memiliki peran strategis dan terdepan dalam memberikan penguatan srada dan bhakti kepada umat Hindu. Sebagai dharma duta, peran penyuluh Hindu begitu berat di tengah perkembangan teknologi informasi. Hal ini mendorong  mereka tidak semata harus  meningkatkan  kualitas diri dalam memahami  Hindu namun juga menguasi secara teknis dan substansi perkembangan teknologi.

Hal itulah yang seyogianya diadaptasi oleh para penyuluh agama Hindu di mana pun berada. Salah satunya I Putu Widya Candra Prawartana,M.Pd,  Penyuluh Agama Hindu  Non PNS Kota Denpasar. Penyuluh Hindu yang tergolong muda ini dikenal memiliki inovasi dalam pembinaan kepada umat Hindu khususnya di Kota Denpasar. Terlebih situasi pandemi Covid-19 yang mendorong agar berbagai aktivits pendidikan hingga pembinaan umat sepenuhnya diarahkan secara daring.

“Sejak Covid-19 strategi pembinaan diubah total dari offline ke online. Semua serba menyesuaikan. Syukurnya semenjak Covid, intensitas umat Hindu untuk belajar dan memahami Hindu semakin tinggi. Tercermin dari antuasis dan keterlibat umat  Hindu dalam berbagai acara edukasi Hindu via daring,” kata alumni Magister Pendidikan Agama Hindu IHDN Denpasar tersebut, Rabu (19/8) di Denpasar.

Semenjak merebaknya Virus Corona, aktivitas masyarakat lumpuh total. Termasuk kinerja penyuluh di lapangan terhenti karena ragam imbauan untuk melakukan jaga jarak (physical distancing) dan protocol kesehatan dari Pemerintah

Pemuda kelahiran Jembrana ini tergolong produktif dalam berbagai kegiatan organisasi. Seperti Peradah Bali, Pandu Nusa Bali, KNPI Bali disamping aktif menulis di berbagai media Hindu, sebagai pembicara kepemudaan dan intenif mengisi dharma wacana di berbagai media diantaranya  Bali TV, TV One Denpasar, dan Nusa Bali TV.

Sebagai generasi muda Hindu, ia paham betul bahwa untuk mengedukasi umat Hindu saat ini harus meyesuaikan perkembangan teknologi. Terutama saat umat Hindu lebih banyak mengakses internet untuk berbagai tujuan, diantaranya tren penggunaan media sosial.

“Penyuluh tak cukup tampil di tempat mainstream untuk mengedukasi umat. Semua channel harus dimanfaatkan. Apalagi tren milenial saat ini, sudah tidak tetarik dengan gaya penyuluh atau dharmawacana yang tradisional. Harus ada lompatan inovasi yang lebih kreatif,”tambah Candra, yang pernah meraih juara pertama Dharma Wacana Remaja Putra tingkat Provinsi Bali tahun 2012 tersebut.

Berlatarbelakang sebagai pendidik di sekolah swasta internasional di Denpasar, ia memahami strategi dan pola pendekatan yang digunakan dalam mengedukasi, terutama dalam konteks menyuluh umat saat pandemi, khususnya generasi milenial Hindu.

Candra tergolong kreatif untuk menyampaikan nilai-nilai Hindu di saat kondsi yang tidak memungkinkan melakukan penyuluhan secara tatap muka. Ia intensif membuat konten-konten singkat yang memuat nilai-nilai Hindu dalam menyikapi kehiudpan yang lebih kontekstual.

“Sehingga Hindu tetap relevan dalam kondisi dan situasi apapun itu,”katanya yang kini menjadi perwakilan Penyuluh Non PNS ke tingkat Nasional.

Secara terpisah Kasi Urusan Agama Hindu Kemenag Kota Denpasar Nyoman Dayuh mengapresiasi upaya kreatif Candra sebagai penyuluh yang memiliki inovasi berbeda dengan penyuluh lainnya.

Selain masih tergolong muda  dan dedikasi yang tinggi untuk mencerdaskan umat melalui tugas yang diembannya. Dayuh menilai penyuluhan digital yang dilakukan selama ini sangat strategis dan efektif. Terlebih daya jangkau umat atau audience lebih luas, tidak semata menyasar Kota Denpasar.

Sehingga pihaknya optimis, Candra layak menyandang predikat sebagai penyuluh agama Hindu Teladan ini digelar secara nasional oleh Ditjen Bimas Hindu Kemenag RI.

“Ia bisa dan  mampu memberikan kebutuhan yang dirasakan masyarakat saat ini. Contohnya saja adalah yadnya berkualitas seperti apa saat  Musim Sasab Covid-19. Candra bisa menyampaikan itu dengan baik,”pujinya. Sebagai sosok penyuluh yang memiliki beragam pengalaman di organissi, kata Dayuh menjadi poin penting dan jejak rekam Candra yang dinilai patut diapresiasi oleh kelembagaanya.

Hal serupa diakui oleh Kordinator Penyuluh Agama Hindu Kementerian Agama Kota Denpasar Alit Aryawati. Pihaknya menilai, Potensi Candra Prawartana sudah terlihat saat

mengikuti seleksi penyuluh agama hindu Non PNS Kota Denpasar yang memiliki  jejak rekam yang penuh prestasi dan kreativitas dalam memajukan umat Hindu. “Tak berlebihan jika ia patas menyandang sebagai Penyuluh Agma Hindu Teladan Non PNS tingkat nasional,”pungkasnya. (RIS/PDN)