Podiumnews.com / Aktual / Ekonomi

Koster Minta Menko Perekonomian Bantu Atasi Kendala Ekspor Pertanian Bali

Oleh Podiumnews • 21 Agustus 2020 • 20:41:13 WITA

Koster Minta Menko Perekonomian Bantu Atasi Kendala Ekspor Pertanian Bali
Gubernur Koster saat bersama sejumlah menteri Kabinet Indonesia Maju (KIM) mendampingi Menko Perekonomian Airlangga Hartarto memberikan keterangan pers di sela-sela kegiatan tersebut, Jumat (21/8).

BADUNG, PODIUMNEWS.com - Gubernur Bali Wayan Koster mengapresiasi penyelenggaraan Rapat Koordinasi Tingkat Menteri yang digelar di ITDC Nusa Dua, Badung, tanggal 21-22 Agustus 2020, sebagai bentuk dukungan terhadap pemulihan ekonomi Bali akibat terdampak pandemi Covid-19.

Hal ini disampaikannya Gubernur Koster saat bersama sejumlah menteri Kabinet Indonesia Maju (KIM) mendampingi Menko Perekonomian Airlangga Hartarto memberikan keterangan pers di sela-sela kegiatan tersebut, Jumat (21/8).

“Kami mengucapkan terima kasih atas kegiatan yang digelar Bapak Menko (Perekonomian, red) di Bali. Ini merupakan bagian upaya bersama memulihkan perekonomian Bali yang terdampak akibat pandemi Covid-19,” kata Koster.

Gubernur asal Desa Sembiran, Buleleng ini mengatakan, pertumbuhan ekonomi Bali pada kuartal pertama mengalami kontraksi negatif 1,14 persen, dan pada kuartal kedua kontraksi bertambah 10,98 persen. Ini menunjukkan bahwa pandemi Covid-19 betul-betul berdampak serius terhadap perekonomian Bali.

Maka pihaknya pun sangat menyambut baik prakarsa Menko Perekonomian dalam rangka pemulihan perekonomian Indonesia, termasuk Bali.

“Kami harapkan pemulihan ekonomi Bali bisa dijalankan, dengan memulai aktivitas pariwisata Nusantara. Harapannya nanti memulai lagi dengan wisatawan mancanegara, jika memang situasinya memungkinkan untuk hal itu,” kata Ketua DPD PDIP Provinsi Bali ini.

Mantan anggota DPR RI tiga periode ini mengatakan, saat ini aktivitas pariwisata untuk wisatawan mancanegara belum bisa dilakukan. Oleh karena itu, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali memulai dengan hal yang paling memungkinkan untuk dilakukan. Di antaranya memulai dengan menghidupkan industri kerajinan rakyat, UMKM, dan koperasi, termasuk pertanian, sehingga secara perlahan perekonomian Bali bisa kembali bangkit.

Misalnya untuk bidang pertanian, pihaknya baru saja melepas ekspor produk kakao dengan tujuan negara Jepang, dan ekspor buah naga untuk negara Tiongkok. Selain itu juga ekspor untuk buah salak dan manggis ke sejumlah Negara Eropa.

"Saat permintaan pasar luar negeri terhadap produk pertanian Bali mulai meningkat, namun akibat penerbangan terganggu oleh dampak pandemi maka jumlah ekspornya malah turun. Maka kami minta dukungan transportasi darat maupun udara," pinta Koster.

Untuk itu, Koster meminta Menko Perekonomian dapat membantu memecahkan persoalan ini melalui koordinasi dengan kementerian terkait lain. Dengan begitu diharapkan ekspor produk pertanian Bali ke luar negeri dapat berjalan lancar.

"Sekali lagi, kami berterima kasih atas berbagai upaya dilakukan sejumlah kementerian membantu membangkitkan kembali perekonomian Bali," ucapnya.

Sementara Menko Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, Rapat Koordinasi Tingkat Menteri Bidang Perekonomian digelar di Bali ini bertujuan membahas kebijakan strategis dan program penanganan dampak pandemi Covid-19.

Selain itu pula membahas soal percepatan realisasi belanja pemerintah dan program strategis jangka pendek maupun panjang . "Kami juga mendorong pertumbuhan ekonomi untuk kuartal ketiga dan keempat terkait percepatan realisasi anggaran belanja dengan berbagai langkah ekstra effort," jelasnya terkait rapat koordinasi yang dihadiri oleh sembilan pejabat menteri. (BAS/PDN)