Podiumnews.com / Aktual / Ekonomi

Gagas Dupa dan Parfum Edelweis, Ny. Putri Koster Bakal Gandeng FP Unud

Oleh Podiumnews • 22 Agustus 2020 • 19:40:04 WITA

Gagas Dupa dan Parfum Edelweis, Ny. Putri Koster Bakal Gandeng FP Unud
Ny. Putri Koster saat menghadiri upacara 'Ngatag' bertepatan dengan rahinan Tumpek Uduh, di Taman Edelweis di Desa Temukus, Kecamatan Besakih, Kabupaten Karangasem, Sabtu (22/8/2020).

KARANGASEM, PODIUMNEWS.com - Ketua Dekranasda Provinsi Bali Ny. Putri Suastini Koster bakal menggandeng Fakultas Pertanian Universitas Udayana (FP Unud) untuk mengembangkan dupa dan parfum berbahan baku bunga kasna (edelweis).

Hal ini terungkap saat Ny. Putri Koster menghadiri upacara `Ngatag` bertepatan dengan rahinan Tumpek Uduh, di Taman Edelweis di Desa Besakih, Kecamatan Rendang, Kabupaten Karangasem, Sabtu (22/8/2020).

Menurutnya, ini dilakukan untuk membangkitkan semangat para petani dalam meningkatkan pembudidayaan bunga kasna dengan harapan mampu mendongkrak perekonomian di daerah pedesaan.

"Sebagai warga lokal, kita harus jeli melihat peluang. Jangan sampai hanya menjadi penonton dari sumber daya yang kita miliki, dan harusnya bisa kita kembangkan," ujarnya.

Kata dia, jika dikaitkan fungsinya, bunga kasna diperlukan sebagai salah satu sarana upakara yang digunakan ketika Hari Raya Galungan saja. Hingga setelah itu pemanfaatan bunga ini akan berhenti sejenak, dalam artian bunga kasna hanya digunakan setiap enam bulan sekali.

"Hal ini secara tidak langsung memberikan efek kurang baik bagi perekonomian dan semangat para petani," katanya.

Melihat kondisi itu, Putri Koster menyampaikan keinginannya menjadikan bunga kasna sebagai bahan baku untuk membuat dupa dan parfum.

Selain itu, lanjut dia, juga mengajak petani bunga ini kasna mulai mengkreasikan bunga ini menjadi rangkaian bunga buklet, atau sebuah ucapan dalam bentuk karangan bunga.

Dengan diketahuinya cara atau sumber pembuatan bahan baku dupa dan parfum dari bunga kasna, maka ke depan kebutuhan terhadap bunga ini akan makin meningkat. Tentu petani pada gilirannya akan diuntungkan.

"Sasaran kita selain menjadikan bunga kasna sebagai bahan baku dupa dan parfum, juga melalui instansi terkait mendampingi petani dan pengelola Taman Edelweis, dapat menjadikan bunga kasna masuk ke hotel dan restoran. Tentunya dalam bentuk bunga hias yang dipadupadankan dengan bunga lokal," ucapnya.

Putri Koster mengatakan bahwa bunga kasna ini adalah sebuah anugerah semesta yang cuma dapat tumbuh di lahan tanah berpasir. Selain dapat dijadikan maskot, juga dapat dijadikan daya tarik wisata tersendiri, sebab daerah ini menjadi salah satu tempat di Bali yang dapat ditumbuhi bunga jenis ini.

Bunga kasna lebih dikenal dengan sebutan bunga edelweis memiliki keindahan pada warnanya Bunga ini sendir terdiri atas tiga jenis. Yakni jenis kasna yang dapat berbunga, kasna tak berbunga dan kasna beraroma harum.

Pada kesempatan itu, Putri Koster juga menyampaikan edukasi penerapan protokol kesehatan bagi warga dan pengunjung, Putri Koster juga berkesempatan menyerahkan 100 paket sembako dan 1.000 masker bagi warga setempat.

Sementara Ketua Pengelolaan Taman Edelweis Bali I Wayan Sudiana menuturkan, pertama kali taman ini dibangun lantaran sebelumnya terjadi erupsi Gunung Agung pada 2018 lalu. Spot wisata didirikan bersama kelompok masyarakat ini kemudian sangat diminati wisatawan lokal, domistik dan mancanegara.

"Nama Edelweis menjadi magnet untuk mengabadikan momen di taman keabadian lembah putih ini,” ujarnya.

Untuk diketahui, bunga kasna atau bunga edelweiss hanya bisa tumbuh di dataran tinggi bersuhu dingin dengan karakter tanah berpasir. Di Bali sendiri, tanaman ini bisa dilihat terhampar pada lahan seluas satu hektar di wilayah Desa Temukus, Kecamatan Besakih, Karangasem. (BAS/PDN)