Podiumnews.com / Aktual / News

Ny. Putri Koster Ajak Kaum Ibu Maanfaatkan Keahlian Dimiliki Tambah Income masa Pandemi

Oleh Podiumnews • 28 Agustus 2020 • 20:07:21 WITA

Ny. Putri Koster Ajak Kaum Ibu Maanfaatkan Keahlian Dimiliki Tambah Income masa Pandemi
Ny. Putri Koster

DENPASAR, PODIUMNEWS.com - Untuk dapat bertahan dan melanjutkan kehidupan di masa pandemi Covid-19, Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Bali, Ny Putri Koster mengajak semua pihak agar berjuang meningkatkan kreativitas dan inovasi.

Menurutnya, langkah itu sebagai upaya untuk menghasilkan income dengan memanfaatkan keahlian yang dimiliki, baik menjarit, kuliner dan bidang lainnya."Dari pada mengeluh lebih baik kita berpeluh," tegas Putri Koster saat Dialog Interaktif di Radio Sonora Bali, Jumat (28/8).

Istri Gubernur Bali Wayan Koster ini juga berbagi tips, di mana dalam upaya meningkatkan kreativitas ibu-ibu yang ada di rumah pada masa pandemi dan agar tidak jenuh sehingga terhindar dari stres, bisa menyalurkan keterampilan dalam memasak atau menciptakan kuliner baru, sehingga dapat dijual dan dipromosikan pada media sosial.

"Seorang ibu harus tahan mental, terutama saat pandemi yang mengharuskan mereka seharian penuh tinggal di rumah dengan segala bentuk permasalahan harus tetap kuat dan menumbuhkan kreativitas baru, mulai dari menumbuhkan komunikasi yang baik dengan anggota keluarga terutama anak-anak, menciptakan kreasi baru untuk memanfaatkan kreativitas melakukan hal-hal kecil bermanfaat," bebernya.

Dalam kesempatan itu, Putri Koster juga menyinggung terkait permasalahan sampah. Kata dia, jika salah mempolakan akan jadi masalah, namun jika benar maka pemilahan sampah harus dilakukan dari sumbernya, sehingga sampah tidak menumpuk dan mampu menciptakan oksigen yang bersih, segar dan jauh dari polusi.

Lanjut dia, pola ke depan pemilahan sampah harus dituntaskan dari sumbernya, dan selesai di tingkat desa.

"Jika tanah kita ditanamkan plastik mika, akibatnya hingga beberapa puluh tahun ke depan sampah plastik tidak belum bisa dienyahkan, sehingga anak cucu kita tidak akan bisa menanamkan tumbuhan yang layak. Dengan demikian, kita hanya mewariskan masalah untuk regenerasi kita," pungkasnya. (BAS/PDN)