Podiumnews.com / Aktual / Sosial Budaya

Koster Realisasi Mimpi MDA Tabanan Puluhan Tahun Ingin Miliki Kantor Layak

Oleh Podiumnews • 07 September 2020 • 20:11:11 WITA

Koster Realisasi Mimpi MDA Tabanan Puluhan Tahun Ingin Miliki Kantor Layak
Gubernur Koster (tengah) didampingi Wabup Sanjaya dan Bendesa Agung MDA Bali tampak berfoto bersama saat peletakan batu pertama Kantor MDA Tabanan.

TABANAN, PODIUMNEWS.com – Sebentar lagi harapan dan mimpi Majelis Desa Adat (MDA) Kabupaten Tabanan memiliki kantor yang layak ditempati bakal terealisasi. Terwujudnya keinginan itu tak lepas berkat bantuan dan dukungan penuh yang diberikan Gubernur Bali Wayan Koster.

Menandai awal pembangunan gedung kantor terletak di Jalan Gatot Subroto, Tabanan menelan anggaran sebesar Rp3 miliar lebih ini dilakukan oleh Gubernur Koster dengan peletakan batu pertama pada Senin (7/9).

Gubernur Koster mengatakan, pembangunan gedung kantor MDA Provinsi dan kabupaten/kota se-Bali, secara perdana dimulai dengan peletakan batu pertama pembangunan untuk kantor MDA Gianyar, beberapa waktu lalu dengan menelan anggaran Rp3,4 miliar bersumber dari APBD Gianyar. Disusul pembangunan untuk Kabupaten Jembrana, Karangasem, Denpasar dan  Tabanan yang kesemua anggarannya bersumber dari dana CSR.

Pembangunan gedung kantor ini menurut dia, sebagai implementasi dari lima bidang prioritas Pola Pembangunan Semesta Berencana Menuju Bali Era Baru dalam visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali. Di mana salah satunya menyangkut bidang adat, agama, tradisi, seni dan budaya.

"Jadi kantor MDA di sembilan kabupaten/kota di Bali akan dibangun semuanya. Dan hal ini adalah komitmen saya secara utuh membangun desa adat di Bali dengan mengacu pada nilai-nilai desa adat, seperti pelestarian seni, budaya, dan kearifan lokal Bali," katanya.

Namun untuk kantor MDA Tabanan, pihaknya melihat masih terdapat kekurangan fasilitas pendukung yang mesti segera dibenahi. Misalnya fasilitas taman, tempat parkir dan gapura.  Maka pada tahun 2021, pihaknya menargetkan realisasi penataan taman, parkir dan gapura. Dengan begitu diharapkan dapat meningkatkan kenyamanan pelayanan terhadap desa adat.

Koster menegaskan komitmennya untuk memajukan desa adat di Bali, dan setelah selasai pembangunan semua kantor MDA se-Bali, bukan berarti tugasnya telah selesai.

"Jadi ini belum selesai. Pembangunan ini baru pendahuluannya, selanjutnya mengisi adat istiadatnya secara serius dengan konsep riil untuk menata kehidupan di Bali akan terus saya lakukan,” ujar pria yang juga menjabat ketua DPD PDI Perjuangan Provinsi Bali ini.

“Salah satu yang baru-baru ini saya perjuangkan pada anggaran perubahan APBD Semesta Berencana ialah meningkatkan dana untuk tiap desa adat dari Rp300 juta pada tahun ini, akan meningkat menjadi Rp350 juta untuk tahun depan," terang Koster.

Maka kemudian pihaknya pun berharap Bendesa Agung MDA Provinsi Bali hingga MDA kabupaten/kota, kecamatan dan desa untuk memperkokoh keberadaan desa adat sebaga warisan luhur dari Ida Bhatara Mpu Kuturan ini.

"Kita harus disiplin, kokoh menjalankan kehidupan beragama, dengan tatanan adat, istiadat di Bali. Jangan menggunakan budaya dari luar, kita sudah punya warisan dari leluhur kita. Karena itu menjadikan Bali dikenal, dihormati oleh masyarakat luar dan menjadi destinasi wisata terbaik di dunia, akibat budaya Bali yang unik ini," kata mantan aktivis Peradah ini.

Sementara itu, Bendesa Madya MDA Kabupaten Tabanan, Wayan Tondra menuturkan bahwa pihaknya telah puluhan tahun mengharapkan lembaga yang dipimpinnya dapat memiliki kantor yang representatif.

"Kami berterima kasih kepada Bapak Gubernur Wayan Koster yang sudah mengagas ide luar biasa ini untuk pemajuan desa adat di Kabupaten Tabanan. Karena sejak 32 tahun saya mengabdi, menunggu puluhan tahun kapan kita dapat kantor," ungkapnya

Sebagaimana diketahui pembangunan kantor MDA Tabanan dibangun di atas lahan seluas 10 are milik aset Pemprov Bali yang berlokasi di Jalan Gatot Subroto (sebelah Museum Subak) dengan menggunakan dana CSR senilai Rp3 miliar lebih.

Tampak hadir pula, Wakil Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya, Bendesa Agung MDA Provinsi Bali, Ida Penglingsir Agung Putra Sukahet, Ketua PHDI Provinsi Bali Prof. Dr. I Gusti Ngurah Sudiana, Kadis Pemajuan Masyarakat Adat Provinsi Bali I Gusti Agung Ketut Kartika Jaya Seputra, dan Bendesa Madya MDA Kabupaten Tabanan, Wayan Tondra. (BAS/PDN)