Search

Home / Edukasi

Dirlantas Polda Bali: Peraturan Tertib Lalulintas Akan Masuk di Mata Pelajaran

Redaktur   |    27 September 2020    |   20:24:53 WITA

Dirlantas Polda Bali: Peraturan Tertib Lalulintas Akan Masuk di Mata Pelajaran
Direktur Lalulintas Polda Bali Kombes Pol Indra SIK. (Foto: Istimewa)

DENPASAR, PODIUMNEWS.com – Kurangnya kesadaran masyarakat dalam mendisplinkan tertib lalulintas, kerap menjadi penyebab terjadinya kecelakaan. Kesadaran itu harus dipupuk sejak dini, agar mampu mengimplementasikan sistem nilai etika dan budaya santun berlalulintas, sekaligus bisa menekan tingginya angka kecelakaan.

Guna meningkatkan kesadaran masyarakat tersebut, jajaran Ditlantas Polda Bali berencana akan memasukkan aturan tertib lalulintas dalam kurikulum pelajaran di sekolah sekolah baik itu ditingkat SD, SMP, SMA dan SMK. Kurikulum tertib lalulintas ini sedianya akan dimasukkan dalam mata pelajaran PKN.

"Ya, kami akan pelajari dulu bagaimana  tentang tertib lalulintas bisa masuk ke kurikulum sekolah sekolah bekerjasama dengan Diknas. Peraturan tertib lalulintas ini akan masuk di mata pelajaran PKN," ujar Direktur Lalulintas Polda Bali Kombes Pol Indra SIK, Minggu (27/9).

Pihaknya pun berharap agar gagasan ini bisa segera diakomodir dengan Dinas Pendididikan di Bali. Ditlantas Polda Bali akan segera berkoordinasi bagaimana metode materinya.

Dengan masuknya aturan tertib lalulintas dalam kurimulum pelajaran sekolah, jelas Kombes Indra, para pendidik atau guru juga akan diberikan pelatihan-pelatihan tentang keselamatan berlalulintas.

"Kami juga akan memberikan pelatihan kepada guru guru nanti. Mereka akan kami latih supaya bisa memahami dan menerapkan kepada murid muridnya," terang perwira melati tiga dipundak itu.

Menurut mantan Ka.SPN di Polda Riau ini, masuknya kurikulum tertib lalulintas dalam pelajaran sekolah sangatlah penting. Tujuannya jelas, agar generasi muda secara dini sadar dan mampu mengedukasi tata cara berlalulintas yang baik, santun dan lancar.

"Sekaligus bisa mengubah perilaku pengendara agar selalu berhati-hati di jalan. Jika masyarakat sudah disiplin berkendara, kemungkinan bisa menekan tingginya angka kecelakaan," ungkapnya.

Kombes Indra mengakui program masuk ke sekolah sekolah ini dulunya ada, tapi sekarang ini belum efektif dilakukan karena ditengah wabah pandemi. Seperti Go To Schooll dan Polisi Sahabat Anak.

Program ini bertujuan untuk mengubah pola pikir anak-anak tentang tata cara keselamatan berlalulintas. "Karena kondisi pandemi sekarang ini belum efektif tapi nanti akan kami giatkan kembali," terangnya.

Diterangkannya, untuk merubah mainset seseorang sangatlah sulit. Perlu dilakukan secara perlahan-lahan atau secara bertahap.

"Dimulai dari anak TK ini. Mereka diajarkan supaya dekat dan bersahabat dengan Polisi dan jangan takut sama Polisi. Kesadaran harus tumbuh dimulai dari diri sendiri bukan takut dengan petugas. Takutlah dengan pelanggaran karena pelanggaran itu akan mencelakakan kita," imbuhnya. (SIL/PDN)


Baca juga: Disbud Badung Gelar Pelatihan Nyurat Lontar di SMPN 2 PetangĀ