Astaga, Ibu Tega Aniaya Bayinya
DENPASAR, podiumnews-Video penganiayaan ibu terhadap anaknya yang masih balita viral di media sosial. Perbuatan gila perempuan berinisial Ma ini diduga dilakukan di sebuah rumah kos di kawasan Kuta dan kini masih dalam penyelidikan petugas Subdit IV Direktorat Reskrimum Polda Bali.
Informasi awal, pemicu Ma yang asal Sumba Barat Daya, NTT, melampiaskan amarah ke anaknya karena stres ditinggal pacarnya sekaligus ayah dari sang bayi balik ke negaranya di Austria. Setidaknya, pelaku harus menanggung beban ekonomi seorang diri untuk merawat bayinya. Kabarnya juga, ia mengalami Bipolar Disorder atau gangguan mental. "Ma ini pacaran dengan seorang bule sampai punya anak. Hubungan keduanya kurang harmonis dan sering bertengkar," kata sumber yang mewanti-wanti namanya tidak dipublikasikan,Jumat (28/7)
Sumber menambahkan, sebelum video penganiayaan viral do facebook, Ma sempat terlibat perkelahian dengan bule itu hingga berujung laporan ke Polres Karangasem tapi akhirnya berdamai. Namun, percekcokan keduanya tetap berlanjut hingga bule tersebut memutuskan kembali ke Austria.
Terkait video, diperkirakan terjadi pada 22 Maret 2017. Video pertama berdurasi satu menit lima detik, sang bayi dimandikan menggunakan cairan pencuci piring dan diinjak oleh ibunya.
Sedangkan video kedua kedua berdurasi satu menit 18 detik, pelaku tega memukuli bagian tubuh belakang bayi dengan sebuah pampers yang dipegangnya. Ma tampak begitu emosi sambil berbicara dalam bahasa asing. "Dia yang merekam sendiri aksinya kemudian rekaman dikirim ke teman kekasihnya,"ujarnya.
Rekaman video tersebut akhirnya sampai ke Yayasan Metta Mama dan Maggha kemudian dilaporkan ke Polda Bali. Kepada wartawan, Owner Yayasan Metta Mama dan Maggha, Vivi Monata meminta kepada kepolisian agar mengusut kasus ini. “ Yayasan Metta Mama dan Maggha hanya sebagai tempat penitipan dan berharap kedepannya tidak ada lagi kejadian seperti ini,” tuturnya.
Ia mengungkapkan, saat pertama kali diterima yayasan, bayi tersebut dalam kondisi kurang baik dan mengalami pilek dan sampai sekarang mengalami trauma. "Kami melapor ke Polda Bali karena ada rencana bayinya mau dikembalikan ke ibunya tapi dari Dinas Sosial menolak,” ungkapnya.
Kasi Rehab Sosial Anak dan Lanjut Usia Dinas Sosial Porvinsi Bali, Ida Ayu Ketut Anggreni mengatakan pihaknya belum menginzinkan Ma untuk mengambil kembali anaknya. “Belum kami izinkan karena masih ada kajian lebih dalam dan kami tidak ingin gegabah dalam hal ini,” katanya.
Dikondirmasi terpisah, Kabid Humas Polda Bali Kombes Hengky Widjaja mengaku belum menerima laporan resmi terkait kasus ini. "Kemungkinan baru sebatas pengaduan kemudian ditindak lanjuti oleh petugas Subdit IV Ditkrimum,"ujar Hengky Widjaja yang mengaku sedang berada di Luar Bali. (KP-TIM)