Influencer Daerah Jadi Target Utama Serangan Bot Judol
JAKARTA, PODIUMNEWS.com – Influencer daerah kini menjadi sasaran utama penyebaran promosi judi online melalui komentar spam di media sosial. Modus baru tersebut dijalankan menggunakan sistem otomatis atau bot yang memburu akun-akun dengan tingkat keterlibatan atau engagement tinggi.
Temuan tersebut diungkapkan Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid, usai pertemuan antara Kementerian Komunikasi dan Digital dengan Meta di Jakarta, Selasa (30/6/2026).
Berdasarkan hasil pemantauan Kemkomdigi, sebanyak 52 persen sasaran spam judi online merupakan influencer daerah. Sementara itu, akun instansi pemerintah mencapai 31 persen, media massa 12 persen, serta tokoh publik dan politisi sebesar lima persen.
"Kami menemukan serangan ini dijalankan menggunakan mesin otomatis yang memantau aktivitas media sosial secara real time, mendeteksi unggahan dengan interaksi tinggi, lalu mengirim ribuan komentar spam secara bersamaan di berbagai platform," ujar Meutya.
Kemkomdigi mencatat penyebaran komentar spam judi online meningkat hingga 128 persen dalam dua pekan terakhir. Promosi tersebut tersebar di lima platform media sosial dengan komposisi terbesar berada di TikTok sebesar 35 persen, disusul Facebook 28 persen, Instagram 22 persen, YouTube 10 persen, dan X sebesar lima persen.
Menurut Meutya, para pelaku kini tidak lagi bergantung pada satu platform tertentu, melainkan melakukan penyebaran secara serentak di berbagai media sosial menggunakan jaringan bot otomatis.
"Hari ini kami bersama Meta menyepakati pembentukan tim bersama untuk mengatasi judi online, khususnya melalui modus terbaru berupa komentar spam di akun-akun masyarakat. Tim ini nantinya juga akan melibatkan platform lain serta berkoordinasi dengan aparat penegak hukum," katanya.
Tim bersama tersebut nantinya juga akan melibatkan berbagai lembaga seperti Kepolisian Negara Republik Indonesia, Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan, Otoritas Jasa Keuangan, serta Badan Siber dan Sandi Negara guna mempercepat penanganan jaringan judi online lintas negara.
Sementara itu, Head of Public Policy Meta untuk Asia Tenggara, Sarim Aziz, mengatakan pihaknya berkomitmen mendukung upaya pemerintah Indonesia dalam memberantas judi online di ruang digital.
Menurutnya, sepanjang 2025 pihaknya telah menurunkan hampir 61 juta konten yang berkaitan dengan perjudian. Namun, pelaku terus mengembangkan modus baru dengan menggunakan kata-kata tersamarkan dan memanfaatkan kolom komentar untuk mengarahkan pengguna menuju situs pihak ketiga.
"Kami akan terus meningkatkan sistem deteksi menggunakan teknologi kecerdasan buatan dan memperkuat kolaborasi dengan Kemkomdigi. Informasi dan sinyal yang diberikan pemerintah sangat penting untuk meningkatkan efektivitas penindakan di platform kami," ujar Sarim.
Fenomena tersebut menunjukkan bahwa kolom komentar kini telah berubah menjadi salah satu medan baru penyebaran judi online. Tidak hanya mengganggu ruang interaksi publik, praktik tersebut juga berpotensi menjadikan akun-akun lokal dengan pengikut besar sebagai kendaraan promosi jaringan perjudian digital.
(sukadana)