Dewan Bali Dukung Wacana Pembukaan Penerbangan Internasional
DENPASAR, PODIUMNEWS.com – Rencana pembukaan penerbangan Internasional ke pulau Dewata tanggal 1 Desember 2020 mendatang mendapat dukungan dari Komisi II DPRD Bali.
Meski rencana tersebut masih dalam kajian, diharapkan pembukaan penerbangan akan mampu membangkitkan perekenomian Bali yang terdampak Pandemi Covid-19.
Ketua Komisi II DPRD Bali IGK Kresna Budi menjelaskan, sejatinya Bali sudah menerapkan New Normal. Jadi, seharusnya tidak perlu khawatir lagi dalam membuka pariwisata.
“Penting segera dibuka (penerbangan internasional). Kalau sudah ada Protokol Kesehatan (Prokes) kenapa mesti harus takut,” kata dia saat ditemui di Ruang Komisi II DPRD Bali, Minggu (15/11).
Menurutnya, saat ini penerapan Prokes di Bali sudah bagus. Begitu juga dengan tingkat kesembuhan di Bali cukup tinggi. Memang, sebelumnya angka positif di Bali sempat mengalami kenaikan, namun belakangan mengalami penurunan.
“Orang yang naik pesawat sudah jelas sehat, mereka juga Rapid Tes atau Swab. Apalagi?,” akunya.
Dirinya menolak jika upaya pembukaan penerbangan internasional di Bali terkesan terlambat. Cuma mempertanyakan kenapa tidak dari dulu.
“Ini aneh, kalau saya bilang aneh. Kenapa? Orang naik pesawat itu jelas-jelas sehat,” tandasnya.
Mengenai adanya Peraturan Menteri Hukum dan Ham (Permenkumham) Nomor 11 Tahun 2020 tentang Pelarangan Sementara Warga Negara Asing Masuk Wilayah RI, Kresna Budi menilai perlu diperjelas lagi.
“Itu warga asing yang bagaimana, kalau mau buat aturan itu yang jelas dulu,” tegasnya.
Pihaknya meminta kepada Pemerintah agar bisa mengambil kebijakan yang tidak merugikan daerah. Apalagi saat ini, ada beberapa indikator di Bali yang bisa dijadikan acuan untuk kembali membuka pariwisatanya. Yakni kesehatan yang artinya setiap orang yang akan melakukan perjalanan dipastikan dalam kondisi fit, penerapan Prokes, tingkat kesembuhan.
“Saya tidak melihat ada alasan untuk tidak segera membuka (penerbangan). Indikator ini sudah jelas, terus indikator apa yang untuk tidak dibuka. Saya optimis, perekonomian akan kembali bangkit,” pungkasnya. Begitu juga soal larangan, harus ada indikator dan parameter yang jelas. (RYN/RIS/PDN)