Gubernur Koster Cek Kelengkapan Furnitur Bantuan BI untuk Gedung MDA Bali
DENPASAR, PODIUMNEWS.com - Gubernur Bali Wayan Koster mengecek kelengkapan furnitur Gedung Lilagraha Majelis Desa Adat (MDA) Provinsi Bali yang terletak di Jalan Tjok Agung Tresna, Renon, Denpasar, Jumat (18/12).
Fasilitas furniture yang tampak mewah ini, merupakan bantuan dari Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Provinsi Bali yang mengelontorkan dana Corporate Social Responsibility (CSR) sebesar Rp 1 miliar.
Satu demi satu furniture yang ada di seluruh ruangan gedung ini, tak luput dari perhatian gubernur asal Sembiran, Buleleng ini. Bahkan, Wayan Koster juga menyempatkan diri duduk di kursi Bendesa Agung.
“Bagus ya,” ujar Koster kala itu, yang seraya dijawab Ketua MDA Provinsi Bali, Ida Panglingsir Agung Putra Sukahet, “Kualitasnya nomor satu pak gubernur,” sahut dia.
Wayan Koster menyampaikan terima kasih atas bantuan dari KPwBI ini.
“Beliau baik banget (Kepala KPwBI, Trisno Nugroho-red). Kami terus berdiskusi, baik itu untuk penanganan Covid-19, pariwisata, dan juga perekonomian Bali. Dan kami juga telah menyusun konsep pemulihan ekonomi Bali, namun belum kami umumkan ke publik,” ungkapnya.
Dalam kesempatan tersebut, Koster juga menceritakan awal mula dirinya ingin membangun Gedung MDA pada tahun 2012. Kemudian saat dirinya duduk sebagai pansus DPR RI merancang Undang-Undang Desa di tahun 2013.
Dalam rancangan itu, dirinya pun menyempatkan diri bertemu dengan Majelis Utama Desa Pakraman (MUDP) yang kini berubah nama menjadi MDA. Di mana kantor MUDP ini menumpang di Kantor Dinas Kebudayaan Provinsi Bali.
Saat berdiskusi di kantor MUPD ini, dirinya pun tersentuh melihat keadaan dari kantor ini.
“Kok kantor MUDP kantornya pojokan kayak gini. Numpang di Dinas Kebudayaan. Ada ruang rapat kecil, ada ruang secretariat, ada ruang tamu sedikit, jadi kecil sekali ini dan di pojokan. Menurut saya, itu sangat-sangat tidak baik. Tidak menghargai sebagaimana mestinya dari fungsi majelis itu sendiri, baik kedudukannya,” tuturnya.
Dalam lubuk hatinya, dirinya berjanji jika menjadi Gubernur Bali akan membangun gedung yang representatif untuk majelis utama yang mengurusi seluruh desa adat yang ada di Bali ini.
Bak gayung bersambut, akhirnya dirinya terpilih menjadi Gubernur Bali. Janji untuk membangun gedung MDA pun ia tepati. Bahkan tanpa harus membebani APBD.
Menurutnya, gedung MDA berlantai III yang dibangun di atas tanah seluas 11 are ini, menggunakan dana CSR dari BUMN, Bank pemerintah dan juga swasta, hingga BPD Bali. Dirinya pun bersurat ke direksi di pusat untuk meminta bantuan dalam upaya membangun gedung ini.
“Untuk gedung MDA ini, diambil dari CSR 9,8 miliar. Namun saat itu tanpa pagar. Kemudian saya meminta kepada kontraktor agar ikut menyumbang dengan membangun pagar. Jadi totalnya Rp 10 miliar lebih,” ujarnya.
Koster yang juga Ketua DPD PDI Perjuangan ini menambahkan, gedung yang dibangun dari CSR ini pun sangat megah. Bahkan, kata dia, lebih megah dari kantor Gubernur Bali sendiri.
“Jadi MDA sekarang sudah punya kantor yang representatif, bagus, dan megah bahkan lebih bagus daripada kantornya gubernur,” tandasnya.
Ida Panglingsir Agung Putu Sukahet menyampaikan terima kasih kepada Gubernur Bali yang telah merealisasikan janjinya untuk membangun gedung MDA Provinsi Bali serta di kabupaten/kota se-Bali, dan juga Kepala KPwBI yang telah mengelontorkan CSR untuk pembelian furniture.
“Ini adalah salah satu komitmen bapak gubernur dalam membangun adat dan juga budaya Bali,” seraya menyampaikan terima kasih kepada BI.
Kata dia, bantuan CSR ini juga tidak terlepas dari campur tangan Anggota Komisi II DPR RI, I Gusti Agung Rai Wirajaya.
“Bapak gubernur dan juga bapak Agung Rai Wirajaya sangat semangat dan juga gerak cepat yang luar biasa dalam membangun Bali, khususnya membangun desa adat dengan CSR, kecuali Gianyar dengan APBD sendiri. Januari ini selesai serentak Gedung MDA di sembilan kabupaten/kota,” ungkapnya.
Agung Rai Wirajaya juga menyampaikan terima kasih kepada BI. Menurutnya, ini adalah seusatu yang luar biasa.
“Saya hanya ikut mendorong. Dan pak Trisno juga sempat berbicara kepada saya bahwa tidak ada anggaran terbatas untuk membantu MDA, sehingga saya sampaikan untuk menggunakan anggaran PSBI saya di pakai. Jadi Gede Trisno Nugroho ini supportnya sangat luar biasa. PR ke depan saat ini adalah bagaimana menjaga dan merawat gedung ini,” singkatnya.
Sementara itu, Kepala KPwBI Provinsi Bali Trisno Nugroho mengatakan, bantuan furniture ini komit selesai di tahun 2020. “Kami pilih yang paling bagus furniture, sehingga sama kualitasnya dengan Gedung,” tuturnya.
Pihaknya juga menyingung bahwa gedung ini sesuai dengan visi misi Gubernur Bali, Nangun Sath Kerti Loka Bali. Mengingat, kata dia, Bali dikenal dengan budaya yang adi luhung, sehingga perlu dijaga dan dirawat. Karena tanpa itu, lanjut dia, wisatawan domestik maupun mancanegara tidak akan tertarik berlibur ke Bali.
“Kami sangat mendukung, dan budaya Bali tidak boleh terkikis budaya luar yang berkembang pesat dengan adanya internet. Sehingga kami diminta oleh bapak gubernur bersama bapak Agung Rai untuk membantu menjaga dan melestarikan budaya Bali ini,” ujarnya seraya berharap, bantuan furniture ini dipelihara dengan baik dan bermanfaat dalam menunjang kinerja MDA Provinsi Bali.
Sebagai penutup acara ini, Trisno Nugroho dan juga Ida Panglingsir Agung Putu Sukahet menandatangani penyerahan bantuan furniture ini, yang disaksikan Gubernur Bali dan juga Agung Rai Wirajaya. (BAS/ISU/PDN)