Teknologi MBSL-2 Dukung Penanganan COVID-19 di Bali
DENPASAR, PODIUMNEWS.com – Bali kembali mendapat perhatian Pemerintah Pusat untuk penanganan penyebaran Covid-19. Bentuk perhatian itu adalah hadirnya Mobile Lab Biosafety Level (MBSL) 2, yang akan melakukan uji Swab bergerak keliling Bali selama tiga hari ke depan. Peluncuran bus ini berlangsung di Depan Gedung Gajah, Jayasabha, Rumah Jabatan Gubernur Bali di Denpasar, Selasa (22/12).
Dalam peluncuran tersebut, tampak Menteri Riset Teknologi (Menristek) dan Kepala Badan Riset Inovasi Nasional (BRIN) Bambang Brodjonegoro, Kepala BPPT Kepala Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi ( BPPT) Hammam Riza, Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati (Cok Ace) dan Sekda Provinsi Bali Dewa Made Indra serta tamu undangan lainnya menyaksikan Gubernur Bali Wayan Koster meluncurkan bus ini.
“Sebenarnya saya mengharap, bus ini mengendap di Bali. Bukannya pergi (hanya sebentar di Bali-red). Tapi ini pertama transisi dulu, tidak apa-apa. Tapi tahap kedua, kita ajukan supaya bus Lab Biosafety ini diberikan satu uni untuk provinsi Bali. Sebagai hadiah karena Bali paling terdampak Covid-19, khususnya di sektor pariwisata,” harap Koster.
Dikatakannya, jika membutuhkan dukungan dari pihak BNPB untuk bantuan ini, pihaknya pun akan mengusulkan agar bisa melakukan pengadaan bus ini untuk Provinsi Bali. Karena itu, pihaknya sangat merespon program ini, dan ber harap ke depannya dapat berlanjut.
“Saya kira program ini (Mobile Lab Biosafety Level 2-red) sangat bagus untuk meningkatkan fasilitas pelayanan uji Swab berbasis PCR yang menjadi kebutuhan utama masyarakat kita saat ini di sejumlah daerah,” imbuhnya.
Bambang Brodjonegoro menambahkan, bus ini digunakan untuk pengujian sampel di Provinsi Bali khususnya di Bandara Ngurah Rai. “Mudah-mudahan inovasi ini, yaitu BSL 2 dalam bentuk mobile atau bus, akan membantu upaya kita untuk mengani Covid-19 dengan lebih baik lagi di Pulau Bali,” ungkpanya.
Idealnya, kata dia, satu provinsi seluas Bali minimal mempunyai satu unit seperti ini. Pihaknya juga telah menyampaikan kepada Satgas Covid-19 mengadakan mobile Lab ini untuk beberapa daerah di Indonesia.
“Jadi kenapa mobile lab ini penting, karena penyakit yang sangat menular ini kadang-kadang tidak tertebak, kemana arah penularannya, sehingga tahu-tahu kepala daerah kaget suatu kabupaten yang sebelumnya berstatus kuning menjadi merah, atau yang tadinya merah hitam menjadi turun oranye atau segala macam,” tuturnya.
Lanjut dia, tentunya hal ini perlu kesiagaan dalam bentuk antisipasi untuk pemeriksaan spesimen dengan menggunakan bus ini. Karena jika tiba-tiba terjadi lonjakan kasus dan membutuhkan uji Swab, maka Gubernur Bali tinggal mengirimkan mobil ini, sehingga penularan segera bisa teratasi.
“Jadi kita segera tahu berapa yang positif dan negatif. Jadi begitu ada positif, maka kita akan segera melakukan 3T, tracing, testing, dan treatmen untuk bisa segera meredam penyebaran yang lebih besar lagi. Karena di dalam bus ini sudah lengkap, dan mampu memeriksa hingga 500 sampel per hari,” pungkasnya. (BAS/RIS/PDN)