Podiumnews.com / Aktual / Politik

Gejolak Kader Hanura di Pilkada Klungkung

Oleh Podiumnews • 31 Juli 2017 • 15:13:08 WITA

Gejolak Kader Hanura di Pilkada Klungkung
Made Sudartha bersama Gubernur Mangku Pastika

DENPASAR,podiumnews-Konstelasi politik menjelang pilkada Klungkung tahun 2018 mendatang mulai memanas. Sejumlah orang yang mengaku kader Partai Hanura, hengkang ke partai lain dengan alasan sudah tak sejalan dengan cita-cita awal perjuangannya. Lantas bagaimana Ketua DPD Partai Hanura Bali, Ir. Made Sudartha, MBA., menyikapi masalah ini?

Ditemui seusai menggelar rapat persiapan penyelenggaraan rapimnas Partai Hanura yang akan digelar di Bali, Agustus mendatang, Made Sudartha sepertinya tidak terlalu merisaukan masalah tersebut. Kabar hijrahnya ratusan kader Partai Hanura di Kkungkung, justru ditanggapinya dingin. Bahkan menurut anggota Komisi III DPRD Badung ini, hijrahnya sejumlah kader ke partai lain merupakan berkah bagi partai karena Hanura secara alami akan tersterilisasi dari kader-kader yang sarat kepentingan pribadi bukan kepentingan organisasi.

Menurut politisi yang juga pengusaha sukses ini, soal loncat pagar kader dalam politik itu merupakan hal biasa. Tidak perlu dirisaukan, karena justru kalau yang seperti itu bertahan akan menjadi duri dalam daging. "Lebih baik mereka yang mengaku sudah tidak segaris lagi dengan partai memang harus hengkang, sehingga tidak nanti merecoki partai," tegas Sudartha.

Kalau dilihat dari filosofi Partai kata Sudartha yang kini juga digadang-gadang maju sebagai cagub Bali ini, bahwa partai merupakan organisasi kumpulan orang-orang yang punya kesepakatan dan kebersamaan serta loyalitas serta persepsi yang sama untuk memajukan partai ke depan.

Manakala di antara mereka sudah tidak ada kesepakatan untuk memajukan partai untuk sebuah tujuan bernegara, memang lebih baik mereka keluar karena sudah tak mungkin bisa menjadi tim work. Untuk yang di Klungkung yang menurut informasi sebuah media ada 110 kader yang hijrah ke partai lain, kata Sudartha,  kenyataannnya dikatakan tidak seperti itu.

Menurut penjelasan Ketua DPC Hanura Klungkung, Ir. Wayan Suyasa,  kata Sudartha, tidak ada kasus seperti itu. Bahkan yang hengkang itu bukan pengurus di DPC Hanura Kkungkung dan juga tidak lagi sebagai kader Hanura.  Mereka itu adalah orang- orang  lama yang pernah di Hanura yang sudah tidak aktif dan bukan pengurus Hanura yang baru dikukuhkan. Pengurus Hanura yang baru dikukuhkan punya legitimasi dan loyalitas. 

Kalaupun yang mengaku kader dan menyatakan mundur dari Hanura dan pindah ke partsi lain, kalau memang benar itu kader Hanura, mungkin mereka kurang cocok dan mungkin mereka tidak terpenuhi kepentingan nya di Hanura. Karena  manajemen Partai Hanura sekarang Berbeda dengan manejemen yang lama. "Kalau kami lihat perkembangan sekarang menurut kaca mata kami dibandingkan dengan yang dulu, elektoral dan kemajuan Hanura di Bali mengalami perkembangan dan kemajuan cuku bagus," kata Sudartha.

Apalagi dengan masuknya dua senator anggota DPD RI dari Bali Gde Pasek Suardika dan Kadek Arimbawa alias Lolak serta mantan anggoa senator yang juga Ketua HKTI Oesman Sapta Odang alias OSO sehingga Hanura secara nasional maupun regional Bali memiliki semangat yang lebih membara.

Sudartha juga tak menampik bahwa banyak juga kader partai lain yang ikut gabung di Hanura Bali, dan itu tak perlu dibesar-besarkan karena itu merupakan pilihan politik individu. "Banyak Kader partai lain yang masuk ke Hanura karena Hanura saatnya hati nurani bicara," tegas Sudartha.

Seperti diberitakan di sebuah media di Bali, 110 pasukan inti yang sebelumnya dibentuk ketika Putu Tika Winawan masih menjabat sebagai Ketua DPC Hanura Klungkung menyatakan mundur dari Hanura. Dari 110 kader Pasukan Inti Hanura tersebut, sebanyak 75 orang di antaranya menyatakan mundur secara tertulis.

Aksi mundur ramai-ramai dari Hanura ini juga diakui Putu Tika Winawan. Tika Winawan menyebutkan, Pasukan Inti itu terbentuk saat dirinya menjabat Ketua DPC Hanura Klungkung. Pasukan Inti berjumlah 110 kader itulah yang turut bersusah payah membesarkan Hanura hingga mampu membentuk satu fraksi di DPRD Klungkung. (KP-001)