Jaga Taksu Bali, Dadia Pasek Bendesa Desa Adat Bebayu Dukung KERIS Maju DPD RI
KARANGASEM, PODIUMNEWS.com–Calon anggota DPD RI Ketut Putra Ismaya Jaya menggelar simakrama dengan ratusan warga Dadia Pasek Bendesa Desa Adat Bebayu, Kecamatan Abang, Karangasem, pada Kamis (19/7/2018)
Dalam kegiatan yang kebetulan berbarengan dengan upacara Pitra Yadnya Massal serta Atma Wedana, Ngaben Ngeroras dan Ngelinggihang itu, Ismaya disambut langsung oleh Bendesa Adat Bebayu Nyoman Surata bersama Perbekel Desa Laba Sari Made Gantiana.
Pria yang akrab disapa KERIS (Ketut Putra Ismaya/ Kesatuan Republik Indinesia) itu berkesempatan memaparkan visi misi serta 9 program kerjanya yang dikemas dalam konsep Dewata Nawa Sanga.
Secara lugas ia menjabarkan berbagai solusi bagaimana untuk membangkitkan potensi yang dimiliki Bali dan masyarakatnya sebagai kekayaan luar biasa dalam upaya mengembalikan taksu Bali yang mulai pudar.
Di sisi lain, ratusan warga yang hadir sudah sangat mengenal sosok Sekretaris Jenderal (Sekjen) Laskar Bali yang indetik dengan busana khas berwarna tridatu ini sebagai sebagai tokoh yang aktif dalam bermacam kegiatan sosial kemasyarakatan.
Ismaya pula dikenal mempunyai pergaulan yang sangat luas dari berbagai macam kalangan, lintas agama dan multietnis. Hal ini membuatnya kerap didaulat sebgai tokoh masyrakat pengayom lintas agama dan multietnis di Bali.
Selanjutnya, Bendesa Adat Bebayu, Nyoman Surata mewakili Dadia Pasek Bendesa Desa Adat Bebayu mengapresiasi pencalonan KERIS sebagai tokoh muda Bali yang akan berjuang di Pusat dan kancah nasional.
Pihaknya menilai program kerja Dewata Nawa Sanga sangat realitis dan implementatif. Selain itu sangat sesuai dengan nilai-nilai ajaran agama Hindu di Bali yang berlandaskan semangat menyama braya sesuai asensi kehiduparn ritual keagamaan dalam menjalankan panca yadnya.
"Kami sangat mendukung beliau maju DPD RI. Karena gagasan yang disampaikan sangat cocok dalam menjaga taksu Bali. Beliau juga tokoh yang sudah terbukti dalam menjaga persatuan dan kesatuan di Bali. Sebab dengan bersatu, kita bisa melaksanakan upacara seperti ini, kalau tercerai berai mana mungkin?" tegasnya.
Pihaknya kemudian menjelaskan Karya Pitra Yadnya Massa Dadia Pasek Bendesa Desa Adat Bebayu akan melaksanakan karya pengabenan pada Anggara Pon Merakih tanggal 17 Juli 2018. Sedangkan Ngeroras sebagai puncak upacara berlangsung Sukra Umanis Merakih, tanggal 20 Juli 2018.
"Upacara mesangih atau metatah diikuti 12 orang, sementara Ngeroras diikuti 46 puspa," tutup dia. (ISU/PDN)