Podiumnews.com / Aktual / News

Wagub Bali Ajak Masyarakat "Jaga Diri" di Pergantian Tahun

Oleh Podiumnews • 30 Desember 2020 • 23:14:27 WITA

Wagub Bali Ajak Masyarakat "Jaga Diri" di Pergantian Tahun
Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati saat memberikan arahan pada Tim Verifikasi Protokol Tatanan Kehidupan Era Baru Bidang Pariwisata. (Foto: ant/Istimewa)

DENPASAR, PODIUMNEWS.com – Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati mengajak masyarakat di daerah itu untuk bersama-sama menjaga diri dalam pergantian tahun 2020 ke 2021 agar jangan sampai terpapar COVID-19.

"Untuk kembali memulihkan kepercayaan dunia kepada Bali, mari bersama kita semua dari segala kalangan dan komponen masyarakat untuk menjaga diri agar tidak tertular dan tidak terpapar COVID-19 pada pergantian tahun," kata Wagub yang akrab dipanggil Cok Ace itu di Denpasar, Rabu (30/12).

Cok Ace saat memberikan arahan pada Tim Verifikasi Protokol Tatanan Kehidupan Era Baru Bidang Pariwisata itu menambahkan pandemi COVID-19 telah memberikan pengaruh yang sangat keras, khususnya pada pelaku pariwisata.

Demikian juga angka pengangguran di Bali yang sebelumnya 1,6 persen (peringkat terbaik secara nasional), saat ini setelah COVID-19 menjadi 5,6 persen atau peringkat ke-18 di Indonesia.

"Sejumlah upaya sudah dilakukan pemerintah, mulai dari pembentukan Tim Satgas, Tim Percepatan Pemulihan Ekonomi Dampak COVID-19, juga dilakukan meningkatkan daya tahan bagi pelaku pariwisata, seperti melakukan relaksasi pajak dan memberikan bantuan tunai langsung dan subsidi BPJS)," ucapnya.

Selain itu, ujar Cok Ace, sekaligus membangun daya saing dengan membangun kepercayaan pasar terhadap Bali, di antaranya melakukan promosi dan meningkatkan kesiapan Bali tentang jaminan keselamatan dan jaminan kesehatan bagi wisatawan yang datang.

Koordinator Tim Verifikasi Protokol Tatanan Kehidupan Era Baru Bidang Pariwisata, Yoga Iswara mengatakan sejumlah kemajuan yang dilakukan tim selama enam bulan, ada 215 hotel bintang 3, bintang 4 dan bintang 5 diseluruh Bali yang sudah terverifikasi. Kemudian 41 wisata tirta, 81 daya tarik wisata dan MICE serta 48 jasa transportasi.

Proses verifikasi yang dilakukan lebih memfokuskan pada penyiapan protokol kesehatan, baik dari ketersediaan dan penerapan. Selain itu, juga penggunaan aksara Bali dan terkait pembatasan penggunaan produk yang menghasilkan sampah plastik sekali pakai.

"Pengurangan penggunaan sampah plastik merupakan salah satu perbaikan bagi keberlangsungan pariwisata ke depan. Dengan demikian, Bali memiliki citra yang baik di mata dunia dengan tetap mempertahankan sumber daya manusia yang berkualitas," katanya. (ANT/RIS/PDN)