Podiumnews.com / Aktual / Politik

DPRD-Dinkes Provinsi Bali Bahas Proses Vaksinasi

Oleh Podiumnews • 07 Januari 2021 • 16:51:37 WITA

DPRD-Dinkes Provinsi Bali Bahas Proses Vaksinasi
Gedung DPRD Bali. (Foto: Istimewa)

DENPASAR, PODIUMNEWS.com – Menindaklanjuti datangnya vaksin yang akan disuntikkan kepada para tenaga medis di Bali, Komisi IV DPRD Bali yang membidangi Kesehatan menggelar Rapat Kerja (Raker) dengan Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Bali di Ruang Komisi IV DPRD Bali, Kamis (7/1).

Dalam Raker tersebut, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bali dr. Ketut Suarjaya mengatakan bahwa akan dibentuk Komite Daerah (Komda) yang bertugas memantau Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI). Komda yang nantinya akan diisi oleh dokter-dokter yang ahli vaksi  dibentuk berdasarkan Surat Keputusan (SK) Gubernur Bali.

“Sesuai SK Gubernur ada Komite Daerah atau Komda. Di dalamnya ada dokter-dokter spesialis yang ahli di bidang vaksin. Di sana yang bisa memantau kejadian ikutan daripada vaksinasi atau KIPI,” kata Suarjaya.

Dari vaksinasi yang telah dilakukan sebelumnya, pihaknya sampai saat ini belum mendapat informasi soal kejadian ikutan. Meski demikian, vaksin tergolong baru maka tetap diperlukan monitoring pasca vaksinasi.

“Makanya setelah vaksinasi disediakan tempat untuk diobservasi yang disiapkan faskes (fasilitas kesehatan). Habis vaksin dia akan diobservasi paling tidak 15 menit. Apakah ada reaksi, gejala-gejala, atau gatal gatal. Itu sedang disiapkan,” akunya.

Bila nantinya pasca vaksinasi ada kejadian ataupun gejala ikutan, bisa langsung dilaporkan ke Fasilitas Kesehatan (Faskes) terdekat. Seperti yang ditetapkan secara nasional.

Mengenai vaksin sendiri, Suarjaya menyebut bahwa Bali kedatangan sebanyak 51 ribu sampai saat ini. Dimana, tahap pertama sebanyak 31 ribu vial serta tambahan sebanyak 20 ribu vial.

“Per hari ini sudah 51 ribu vial, 31 ribu vial (di tahap pertama) ditambah 20 ribu vial yang datang hari ini (kemarin),” jelasnya.

Disisi lain, Ketua Komisi IV DPRD Bali I Gusti Putu Budiarta menyatakan, pihaknya sengaja menggelar Raker dengan Dinkes Provinsi Bali. Ini dilakukan guna mengetahui kesiapan tahapan vaksinasi.

“Kebetulan sudah ada vaksin yang sesegera mungkin didistribusikan ke masyarakat. Itu yang menjadi prioritas pembahasan kami,” katanya.

Dengan adanya vaksin tersebut, vaksinasi bisa dilakukan secara menyeluruh ke lapisan masyarakat. Sehingga, bisa segera menghentikan penyebaran Covid-19.

Komisi IV mengakui jika banyak masyarakat yang ragu dan khawatir dengan vaksin tersebut. Namun, pihaknya siap mensosialisasikan dan memberikan pemahaman kepada masyarakat. Termasuk dirinya siap divaksin pertama agar masyarakat percaya. (RYN/RIS/PDN)