STT Panca Kumara Tolak Reklamasi Teluk Benoa
DENPASAR, podiumnews
Koordinator aksi I Putu Ananda Arif Pradipa mengatakan pemasangan baliho tolak reklamasi Teluk Benoa dan pengibaran bendera ForBALI selain untuk menyambut hari ulang tahun STT Panca Kumara yang ke 40, juga sebagai penegasan sikap bahwa STT Panca Kumara tetap menolak rencana reklamasi Teluk Benoa.
“Pemasangan baliho dan pengibaran bendera ForBALI kali ini adalah untuk memperingati ulang tahun STT Panca Kumara yang ke 40 sekaligus penegasan sikap menolak rencana reklamasi Teluk Benoa.” tegasnya.
Lebih lanjut, Arif merespon penurunan baliho tolak reklamasi Teluk Benoa yang baru terjadi saat kedatangan Presiden Joko Widodo ke Bali. Ia mengatakan perjuangan untuk menolak rencana reklamasi Teluk Benoa tidak Pernah surut. Arif juga meminta agar Desa Adatnya ikut bersikap terkait penolakan rencana reklamasi Teluk Benoa. “Harapan untuk Desa Adat biar ikut bersikap menolak rencana reklamasi Teluk Benoa.” ujar Arif di sela-sela pemasangan baliho.
Wayan Satra, sebagai penasehat di tim 9 Banjar Tatasan Kaja merespon positif Kegiatan Pemuda STT Panca Kumara. Ia juga menjelaskan bahwa Kelian Adat Banjar Tatasan Kaja dan Kepala Lingkungan Banjar Tatasan Kaja mendukung sikap STT Panca Kumara menolak rencana reklamasi Teluk Benoa. “Tiang Punya Kelian Banjar dan Kaling satu suara mendukung pemuda," ujarnya.
Satra juga berharap pemerintah di Bali tidak melanjutkan rencana reklamasi Teluk Benoa karena Bali sudah memiliki contoh reklamasi di pulau serangan yang mengakibatkan daerah pesisir lain terkena abrasi. Ia pun menjelaskan dampaknya bukan hanya di denpasar saja. “jadi Soka, Negara, semua kena imbasnya," ujarnya.
Satra juga mengatakan bahwa sampai saat ini Desa Adatnya tidak ada menyinggung permasalahan rencana reklamasi Teluk Benoa dan aksi pemasangan baliho ini murni inisiatif dari pemuda di banjar Tatasan Kaja. Satra juga berharap agar Bendesa Adatnya ikut komitmen menolak rencana reklamasi Teluk Benoa. “Mudah-mudahan desa kita ikut komitmen. Ada aspirasi, ada dukungan,” ujarnya. (KP-TIM)