Jawab Kepercayaan Masyarakat, Koster-Ace Kerja "Gass Poll"
DENPASAR, PODIUMNES.com-Setelah dilantik sebagai Gubernur-Wakil Gubernur Bali oleh Presiden Joko Widodo di Istana Negara, Jakarta pada 5 September lalu, Wayan Koster-Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati, Minggu (30/9) menggelar Open House di Jaya Sabha, Denpasar.
Dalam Open House yang dihadiri para Tim Relawan Pemenangan KBS- Ace Pilgub Bali 2018 se-Bali itu, Koster mengungkapkan sudah sejak lama ingin bertemu dengan relawan yang telah berhasil menghantarkan dirinya ke kursi Bali Satu.
"Mohon maaf baru kali ini bisa ketemu. Padahal sudah sejak lama saya sudah ingin bertemu," ujarnya.
Koster pada kesempatan itu juga mengucapkan terima kasih terhadap kerja keras secara tulus dari para relawan sehinga ia dan Cok Ace bisa terpilih sebagai gubernur-wakil gubernur Bali periode 2018-2023.
"Saya juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh masyarakat Bali. Maka untuk menjawab kepercayaan ini semua, sebagai gubernur, saya langung kerja kebut. Langsung kerja gas poll setelah dinyatakan menang oleh KPU," terangnya.
Dilanjutkannya, meski belum dilantik, namun pihaknya segera membentuk Tim Ahli untuk menuangkan konsep pembangunan Nangun Sat Kerthi Loka Bali dengan menyusun sejumlah rancangan regulasi serta program kerja. "Saya langsung tancap gas bersama tim ahli, bekerja siang malam di Rumah Transisi," imbuhnya.
Alhasil belum sebulan dilantik, di bidang kebijakan, Koster telah berhasil merancang sejumlah kebijakan daerah dalam bentuk peraturan gubernur dan Perda.
"Dalam dekat ini akan ada dua Pergub yang segera dikeluarkan. Sudah di meja Mendagri dan tinggal ditanda tangani. Hanya tinggal menunggu hari baik saja," tegasnya.
Kedua Pergub tersebut, yakni Pergub Penggunaan Bahasa, Sastra dan Aksara Bali serta Pergub Busana Bali. Khusus untuk Pergub Penggunaan Bahasa, Sastra dan Aksara Bali untuk kantor pemerintahan juga fasilitas umum akan di-launching pada 5 Oktober ini.
"Akan di-launching secara serentak di seluruh Bali dalam rangka menyambut Pertemuan Tahunan Lembaga Moneter Internasional dan Bank Dunia 2018 (IMF-WBG Annual Meeting 2018) di Bali. Nanti launching-nya dipusatkan di Bandara Ngurah Rai," sebutnya.
Kedua Pergub tadi imbuh Koster, merupakan bentuk upaya pelestarian adat seni dan budaya Bali. "Untuk Pergub Busana Bali, nanti diberlakukan tiap hari Kamis untuk menggunaka busana serta bahasa Bali," ujarnya.
Selain itu pula Koster akan menyelesaikan pembangunan short cut Denpasar-Singaraja yang ditarget tuntas pada tahun 2019 nanti dengan menelan anggaran sekitar Rp 1,3 Triliun .
"Saya sudah koordinasi dengan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). Sumber dananya sebagian besar dari APBN, dan untuk pembebasan lahan dari APBD Provinsi Bali sekitar Rp 200 miliar," terangnya.
Sementara untuk rencana pembangunan tol Denpasar-Gilimanuk dan kereta lingkara Bali pada ruas-ruas tertentu telah masuk tahap pengkajian dan penggodokan.
Di sisi lain pihaknya telah melakukan kesepakatan tertulis dengan Menteri ESDM untuk menjadikan Bali sebagai Clean and Green Energy. Jadi, harus mendapatkan bahan bakar gas atau energi terbarukan.
Dicontohkan, pembangkit listrik di Celukan Bawang, Buleleng, yang berkapasitas 350 MW yang selama ini menggunakan bahan bakar batubara, kemudian akan meningkatkan kapasitas produksinya menjadi 700 MW atau lebih, berencana menggunakan batubara, oleh Koster diminta untuk ditinjau ulang.
"Saya katakan, kalau menggunakan bahan bakar batu bara, saya tidak akan berikan izin," tegas Koster saat bertemu pihak PLTU Celukan Bawang.
Koster mempersilakan pihak PLTU Celukan Bawang mengembangkan kapasitas produksi dua kali lipat, harus menggunakan gas. Meskipun sudah berinvestasi ratusan miliar untuk menggunakan batu bara namun Koster tegas meminta agar beralih ke gas.
"Saya katakan, jangan hanya memikirkan bisnis semata, tetapi pikirkan bagaimana masyarakat Bali untuk mendapatkan udara yang sehat, bersih dan yang tidak terkena polusi," sambungnya.
Setelah beradu argumen dan menyampaikan sikap tegasnya dengan solusi yang ditawarkan akhirnya pihak PLTU bersedia mengikuti saran Koster.
Atas gebrakan itu, bahkan, Menteri ESDM Ignasius Jonan saat bertemu Koster memuji sebagai gubernur pertama di Indonesia yang berani menyatakan "Green and Clean Energy".
Sejak itulah, Menteri ESDM memerintahkan Pertamina sebagai penyedia dan PLN untuk mempergunakan energi gas sebagai bahan bakar di pembangkit listrik.
Dalam kesempatan kegiatan ramah tamah tatap muka yang berlangsung penuh keakraban dengan suguhan hiburan kesenian tarian dan lagu-lagu pop Bali serta penampilan mengagumkan istri Gubernur Koster, Ni Putu Putri Suastini membacakan puisi Kubakarna berkolaborasi dengan mahasiswa ISI Denpasar.
Mantan pemeran utama sinetron drama klasik TVRI Denpasar itu membuat pengunjung sangat terpukau. "Saya sangat menyukai puisi Kumbakarna karena berisi pesan tentang nasionalisme membela negeri. Ini patut kita jadikan teladan untuk tetap menjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia," tegasnya. (PDN/ISU)