Hubungan Gubernur dan Bupati Buleleng Sedang Tak Harmonis?
DENPASAR, podiumnews
Pelaksanaan Buleleng Festifal (Bulfest) 2017 yang sudah ditutup hari Minggu lalu menyisakan sorotan publik, karena pembukaan Bulfest itu tidak dihadiri Gubernur Bali Made Mangku Pastika. Bulfest itu dibuka oleh Asisten Deputi Pengembangan Komunikasi Pemasaran Pariwisata Nusantara Kementrian Pariwisata, Putu Ngurah. Demikian pun saat pembukaan Buleleng Endek Carnaval (BEC) sehari sebelum Bulfest ditutup, Pastika juga tidak hadir.
Di media sosial, sorotan kepada Pemkab Buleleng cukup riuh karena ketidakhadiran Pastika. Kegiatan itu dinilai seperti kegiatan partai (PDIP), karena justru Presiden ke-5 RI yang juga ketua umum PDIP, Megawati Soekarnoputri, yang membuka BEC tersebut.
Hadir juga pada kesempatan itu ketua DPRD Bali I Nyoman Adi Wiryatama dan bupati Tabanan Ni Putu Eka Wiryastuti. Keduanya adalah tokoh PDIP. Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana juga tokoh PDIP.
Ketidakhadiran Pastika memunculkan spekulasi jika hubungan Pastika dengan Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana sedang tidak harmonis. Dikonfirmasi soal dugaan ketidakharmonisan kedua tokoh itu usai menghadiri rapat paripurna DPRD Bali, Jumat (11/8), Pastika tidak mau berkomentar banyak.
Hanya saja, soal ketidakhadirannya pada pembukaan kegiatan tersebut, Pastika menegaskan dirinya tak diundang oleh bupati Buleleng. Menurut Pastika, dirinya mungkin dianggap tak perlu untuk menghadiri pembukaan kegiatan tersebut. “Bulfest dan acara endek (BEC, red) memang tidak diundang saya. Mungkin dianggap tak perlu. Kalau memang dianggap tak perlu ya tidak apa-apa. Bisa berdiri sendiri mungkin, ya gak apa-apa,” kata Pastika.
Gubernur mengaku tak mempermasalahkan dirinya tak diundang oleh bupati Buleleng, sebab setiap personal memiliki pandangannya masing-masing. Namun, dari sisi tata kelola dan etika pemerintahan, menurut Pastika, agak lucu dan aneh ketika tidak melibatkan dirinya.
"Tetapi kalau itu dianggap paling baik, tak apa-apa," kata Pastika. Kendati tak diundang, Pastika mengaku tetap datang ke lokasi BEC untuk belanja kain endek.
Sebagaimana diketahui, usai jalan sehat dalam rangka HUT ke-59 Provinsi Bali di seputaran Renon, Minggu (6/8) pagi, Pastika langsung meluncur ke lokasi BEC. Pastika tak sempat mengganti pakaian jalan sehatnya.
Ia mengajak beberapa pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Provinsi Bali yang kebetulan ikut jalan sehat itu. Mereka sebagian besar berasal dari Buleleng. Pastika mengungkapkan, kedatangannya ke sana dalam kapasitasnya sebagai putra Buleleng. Karena itu ia mengajak pejabat Pemprov Bali yang sebagian besar dari Buleleng.
Di lokasi BEC, Pastika membeli kain endek di stand Pertenunan Artha Dharma milik Ketut Rajin, dengan merogoh kocek Rp800.000. Sehari sebelumnya, Megawati juga membeli kain endek di tempat yang sama. (KP-TIM)