Podiumnews.com / Aktual / Politik

Aspirasi Petisi 45, DPRD Bali Diminta Dorong Perkembangan Sektor Pertanian

Oleh Podiumnews • 26 April 2021 • 18:08:15 WITA

Aspirasi Petisi 45, DPRD Bali Diminta Dorong Perkembangan Sektor Pertanian
(Foto: Istimewa)

DENPASAR, PODIUMNEWS.com – Sektor pertanian di Bali selama ini belum tergarap secara maksimal. Padahal, jika sektor pertanian maju, tentunya Bali tidak melulu tergantung dari sektor pariwisata saja, bahkan bisa menjadi sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Hal inilah yang menjadi sorotan Komunitas Cinta Pertanian Indonesia atau yang dikenal dengan Petisi 45.

Mereka mendatangi DPRD Bali untuk menyampaikan aspirasi dan petisi terhadap kondisi dan pengembangan sektor pertanian di Bali, Senin (26/4). Kedatangan mereka diterima langsung oleh Wakil Ketua DPRD Bali I Nyoman Sugawa Korry di dampingi Kepala Dinas (Kadis) Pertanian Provinsi Bali.

Koordinator Petisi 45, I Nyoman Bhaskara menyampaikan bahwa selama ini Bali terlalu fokus dengan sektor pertanian. Sehingga, sektor lain seakan kurang dimaksimalkan. Pihaknya mengakui jika pariwisata menjadi Lokomotif  Tunggal dalam pembangunan ekonomi di Bali. Justru, hal itu dinilai sangat riskan.

"Pariwisata industri yang sangat sensitif, sisi lain pertanian sektor primer sampai kapanpun akan tetap eksis.  Kami ingin meyakinkan pemprov Bali melakukan perubahan besar terhadap kelangsungan pertanian," kata dia.

Ditengah Pandemi seperti saat ini, banyak masyarakat Bali yang beralih menjadi ke sektor pertanian. Pasalnya, banyak masyarakat Bali yang sebelumnya bekerja di sektor pariwisata ikut terdampak Pandemi yang berimbas pada PHK ataupun dirumahkan. Maka dari itu, perlu ada pendampingan kepada para petani, khususnya bagaimana cara bertani efektif.

"Ketika sudah berhasil, pemerintah harus ikut andil membeli produksi dengan harga yang  fair," ujarnya.

Menyikapi hal itu, Wakil Ketua DPRD Bali I Nyoman Sugawa Korry menyatakan, apa yang menjadi masukan dan aspirasi dari Komunitas Cinta Pertanian Indonesia akan di akomodir dalam pembahasan bersama baik di Legislatif dan Eksekutif. 

"Masukan yang sangat baik sekali dari komunitas pencinta pertanian dan semua itu akan kita jadikan bahan.  Baik dalam pemprov Bali dan yang perlu ditangani lagi ke tingkat pusat," jelasnya.

Sugawa Korry juga menambahkan, sektor pertanian dan peternakan di Bali harus dimaksimalkan serta dilindungi. Termasuk dengan membangkitkan sektor pertanian supaya lebih modern lagi. 

 "Pertanian ini harus dilindungi dan dibangkitkan melalui sistem pertanian yang modern menggunakan IT industri pertanian. Ditambahkan dengan mulai dirancang riset dan devepelment," akunya.

Soal Peraturan Daerah (Perda) Subak, pihaknya sepakat dengan masukan yang disampaikan oleh Komunitas Cinta Pertanian Indonesia. Akan tetapi perlu ada pembahasan lebih lanjut. Pasalnya menyangkut anggaran.

"Untuk Perda subak kami setuju melalui mekanisme. Perda  itu perlu revisi, karena ada hal- hal yang harus dilakukan perubahaan.  Kami diskusikan dengan eksekutif akan dibahas termasuk anggarannya," pungkasnya. (RYN/RIS/PDN)