Diduga Cabuli Siswi Training, 4 Karyawan Restoran di Sanur Dilaporkan ke Polsek Densel
SANUR, PODIUMNEWS.com - Seorang siswi SMK NWA melaporkan empat karyawan restoran TM di Jalan Danau Tamblingan, Sanur, Denpasar Selatan (Densel) dengan dugaaan melakukan pencabulan. Peristiwaan naas yang menimpa NWA terjadi saat korban sedang melakukan training di restoran tersebut.
Siswi yang tinggal di seputaran Sesetan , Densel itu tidak terima diperlakukan tidak senonoh oleh para terlapor yakni GG, Nyoman OD, AN dan Putu MK.
Korban NWA mendatangi Polsek Densel, Rabu (13/2) siang. Dalam keterangannya ke penyidik Polsek Densel, korban baru beberapa hari menjalani training di restoran TM yang terletak di Jalan Danau Tamblingan, Sanur.
Ketika jam istrahat makan sore, Selasa (12/2) sekitar pukul 19.00 Wita, korban dan empat terlapor sedang beristrahat di tempat peristirahatan di restoran tersebut.
Melihat ada siswi training di restoran, timbul niat jahat terlapor GG untuk menjahili. Ia kemudian bercelutuk mengajak tiga terlapor lainnya untuk memperkosa korban. “Mari kita perkosa Wixxx,” ujar GG.
Selepas berkata begitu, GG langsung datang menghampiri dan memegang kedua tangan korban dari arah belakang. Tanpa dikomando, terlapor Nyoman OD ikutan datang memegang kaki kedua korban.
Melihat dua temannya sudah beraksi, AN dan Putu MK datang memegang dan memijat-mijat payudara korban.
“Korban awalnya mau dijahili, dibuat seolah-olah akan diperkosa oleh para terlapor. Tapi tindakan tersebut tidak terpuji, sudah mengarah ke perbuatan pencabulan,” bisik sumber di lapangan.
Usai mengerjai korban, keempat terlapor melepaskannya sembari tertawa terbahak-bahak. Sedangkan korban langsung menangis terisak-isak.
Pelajar SMK di Denpasar itu syok melihat dirinya dilecehkan.
Mirisnya, meski melihat korban menangis, keempat terlapor bukannya minta maaf. Tapi malah mengejek korban sambil tertawa terbahak-bahak.
“Keempat terlapor tertawa dan mengejek korban yang sedang menangis,” ungkap sumber yang enggan disebut namanya itu.
Tidak terima dilecehkan, NWA melaporkan kasus tersebut ke Polsek Densel, Rabu (13/2) siang. Sementara itu, kepada wartawan, Kanitreskrim Polsek Densel Iptu Hadimastika membenarkan masuknya laporan korban.
“Belum ada tersangka, laporanya baru jadi masih kita selidiki dulu,” ungkapnya Jumat (15/2).
Mantan Kanitreskrim Polsek Ubud Gianyar ini juga mengatakan pihaknya belum bisa menjelaskan motifnya, apakah candaan ataukah ada unsur kesengajaan hingga mengarah ke perbuatan pencabulan. “Masih didalami,” terangnya. (ISU/PDN)