Podiumnews.com / Aktual / Politik

Sosialisasi Pemilu 2019, KPU Sasar Bhayangkari Denpasar

Oleh Podiumnews • 01 April 2019 • 10:17:45 WITA

Sosialisasi Pemilu 2019, KPU Sasar Bhayangkari Denpasar
Kapolresta Denpasar Kombes Ruddi Setiawan bersama komisioner KPU Kota Denpasar Sibro Mulissyi.

DENPASAR, PODIUMNEWS.com - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Denpasar menggelar sosialisasi kepada anggota Bhayangkari Polresta Denpasar..Pelaksanaan sosialisasi ini diikuti 200 Bhayangkari Cabang Kota Denpasar berlangsung di Gedung Pesat Gatra Polresta Denpasar, Sabtu (30/3).

Komisioner KPU Kota Denpasar Sibro Mulissyi mengatakan, anggota Bhayangkari memiliki hak pilih pada pemilu dan diharapkan tidak golput.

Hal ini sesuai pasal 22E UUD Negara Republik Indonesia tahun 1945, pemilihan umum dilaksanakan secara langsung, umum bebas rahasia jujur dan adil setiap 5 tahun sekali untuk memilih anggota DPR, DPD, Presiden dan wakil Presiden serta DPRD.

"Pemilu adalah pendidikan politik kepada warga negara, proses pergantian kekuasaan secara konstitusional, merupakan hak dasar kedaulatan rakyat, terbentuknya wakil rakyat dan pemerintah yang sah. Sedangkan manfaatnya sebagai sarana kedaulatan rakyat, pergantian pemimpin secara konstitusional, memperoleh legitimasi dan untuk berpatisipasi dalam proses politik,"ujarnya.

Disebutkannya, Daftar Pemilih Tetap (DPT) tahun 2019 di Provinsi Bali tercatat mencapai 3.130.288 orang dengan 12.384 TPS. "Khusus di Kota Denpasar ada 464.132 pemilih dengan 1.737 TPS," sebutnya.

Nah, pada kesempatan itu juga diisi sosialisasi dengan surat suara Pemilu tahun 2019 (DPRD Kabupaten/Kota warna hijau, DPRD Provinsi warna Biru, DPR RI warna kuning, DPD RI warna merah, Presiden warna abu-abu). Surat suara dianggap sah apabila ada tandatangan ketua KPPS.

Keterangan terpisah, Kapolresta Denpasar Kombespol Ruddi Setiawan yang juga Pembina Bhayangkari Cabang Kota Denpasar Kombes Ruddi Setiawan menyampaikan sosialisasi ini bertujuan untuk mengetahui tahapan dan tata cara pemilu.

"Saya berharap Ibu Bhayangkari menggunakan hak pilihnya sehingga dapat menentukan nasib bangsa, jangan golput," harapnya. (ENI/PDN)