Search

Home / Infrastruktur

Candi Bentar Pura Jagatnatha Telan Rp 3,3 Milyar

Editor   |    31 Agustus 2022    |   18:32:00 WITA

Candi Bentar Pura Jagatnatha Telan Rp 3,3 Milyar
SALAH TULIS- Dalam papan informasi proyek ada kesalahan penulisan nilai proyek. Mestinya ditulis "Tiga milyar tiga ratus sembilan puluh tujuh juta tujuh ratus tujuh puluh dua ribu rupiah". Dalam papan tertulis Tiga milyar tiga ratus sembilan puluh juta tujuh ratus tujuh puluh dua ribu rupiah, sehingga ada selisih tujuh juta rupiah. (foto/edy)

NEGARA, PODIUMNEWS.com - Lima  patung dewi yang menghiasi halaman depan Pura Jagatnatha, Jembrana, dibongkar. Di lokasi eks pembongkaran patung tersebut, saat ini sedang dibangun pintu masuk utama (candi bentar), dengan nilai Rp 3,3 milyar lebih.

Selain pembongkaran patung, pelinggih pengayatan yang berada di halaman parkir juga dibongkar sehingga pandangan ke arah pura Jagatnatha lebih lapang.

Sebelumnya Pura Jagatnatha yang berlokasi di sebelah timur Kantor Bupati Jembrana itu, memang tidak memiliki pintu utama keluar masuk untuk umat Hindu yang tangkil.

Selama ini Pura yang mulai dibangun saat pemerintahan Bupati IB Indugosa itu, hanya memiliki dua pintu kecil dalam bentuk bulat sebagai akses keluar dan masuk warga yang tangkil.

"Dengan pembangunan candi bentar ini, selain akan membuat nyaman para pemedak juga akan menambah wibawa Pura Jagatnatha sebagai ikon Jembrana," kata Gubernur Bali Wayan Koster saat peletakan batu pertama candi bentar beberapa waktu lalu.

Menurut Koster, dana pembangunan candi bentar itu merupakan bantuan Provinsi Bali melalui  dana bantuan keuangan khusus (BKK).  Koster berharap Pura Jagatnatha yang  berlokasi di jalan utama Denpasar-Gilimanuk, bisa dibangun dengan lebih megah khususnya pada penataan halaman di nista mandala. Karena bangunan padmasana dan penunjang yang ada di utama mandala sudah sangat megah, sehingga penataan di luar juga harus terlihat megah.

Terkait lima patung yang dibongkar, kini patung-patung tersebut disimpan sambil menunggu petunjuk penempatan yang baru.

Berdasarkan beberapa sumber, pembangunan Pura Jagatnatha berdiri di lahan seluas kurang lebih 6 hektar. Dibangun pada tahun 1996 dan baru dapat diselesaikan pada tahun 2002, di masa pemerintahan Bupati I Gede Winasa.

Pura Jagatnatha Jembrana didirikan untuk pemujaan Hyang Jagat Natha atau Hyang Jagat Karuna atau Sang Hyang Pasupati, yaitu sebagai pencipta alam beserta isinya. Bangunan Padmasana terdiri dari beberapa bagian, yaitu yang pertama terdapat patung naga yang melambangkan dasar bumi.

Yang kedua terdapat kolam dan patung kura-kura atau bedawang yang melambangkan laut.  Dan ketiga terdapat karang gajah di atas kura – kura yang melambangkan darat.

Selanjutnya terdapat patung burung yang melambang udara. Kemudian paling atas melambangkan alam Siwa yaitu bulan dan bintang.

Selain bangunan Padmasana, di utama mandala pura Jagatnatha ini juga terdapat bangunan pelinggih ongkara, pengaruman/pepelik, anglurah, taksu. Selain itu banyak juga terdapat bangunan-bangunan lainnya, seperti bale peselang dan bale pengiasan yang digunakan untuk tempat mebanten.

Pura Jagatnatha Jembrana ini sangat istimewa karena selain sebagai tempat sembahnyang pada umumnya, Pura Jagatnatha ini juga memiliki areal panggung di bagian depan (nista mandala). Dan sekarang dipercantik dengan areal kebun raya yang ditata dengan sangat indah, sehingga menambah kesan keindahan Pura Jagatnatha. (Edy)


Baca juga: Lima Tahun Rusak, Jalan Matahari Kembali Mulus