Podiumnews.com / Aktual / Politik

Gegara Anies, Jokowi-Paloh Renggang?

Oleh Podiumnews • 23 Oktober 2022 • 18:04:00 WITA

Gegara Anies, Jokowi-Paloh Renggang?
Presiden Jokowi saat menghadiri perayaan HUT ke-8 Partai NasDem, Senin (11/11/2019) di Jakarta. (foto/setpres)

HUBUNGAN Ketua Umum DPP Partai NasDem Surya Paloh dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang awalnya sempat mesra, kini tiba-tiba ditengarai merenggang.

Ketidakharmonisan kedua tokoh ini disinyalemen sebagaian kalangan gara-gara deklarasi pencalonan presiden atau pencapresan mantan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan oleh Partai NasDem, pada Senin (3/10) di Jakarta.

Seolah memberi pesan tak merestui deklarasi pencapresan Anies itu, Jokowi sempat mengeluarkan pernyataan soal resfhulle atau perombakan susunan Kabinet Indonesia Maju (KIB).  Kontan publik pun bertanya-tanya, dan menebak bahwa sejumlah kader NasDem yang duduk sebagai menteri, oleh Jokowi bakal digeser posisinya.     

Capres Golkar

Peristiwa yang menunjukan ketidakcocokan hubungan Jokowi- Paloh kembali terlihat pada saat acara puncak HUT ke-58 Golkar yang dihadiri oleh keduanya pada Jumat (21/10) di Jakarta.

Jokowi yang memberikan sambutan dengan pesan bernada menyindir mengingatkan agar Partai Golkar tidak sembrono mendeklarasikan calon presiden (capres) atau pencapresan untuk pemilu pada tahun 2024.

Meski tidak gamblang menyindir partai mana yang dimaksud, namun banyak pihak menerjemahkan kalau sindiran itu disasar untuk Partai Nasdem.

Dalam pidatonya, Jokowi sempat menyinggung soal Pemilu 2024 mendatang. Jokowi menyampaikan banyak harapan kepada Partai Golkar. Khususnya dalam mendeklarasikan Capres 2024.

Menurut Jokowi, Golkar merupakan partai yang sudah matang serta punya pengalaman malang melintang di perpolitikan Indonesia.

“Pengalaman yang sangat panjang banyak makan asam garam perpolitikan Indonesia,” ucap Jokowi.

“Oleh sebab itu saya yakin,” tambahnya.

Dalam pidatonya, Jokowi berkali-kali mengatakan ‘saya yakin’ dengan gaya khasnya yang sederhana sampai membuat Airlangga Hartarto tak tenang duduk di kursinya.

“Saya yakin, Golkar akan dengan cermat, akan dengan teliti, akan dengan hati-hati tidak sembrono dalam mendeklarasikan calon di 2024,” ungkap Jokowi.

Presiden Jokowi juga meyakini bahwa sosok yang akan diusung oleh Golkar adalah figur yang benar. Bukan gak benar?

“Silahkan terjemahkan sendiri,” kata Jokowi.

Enggan dipeluk

Dugaan itu makin diperkuat lagi dengan beredar video Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh yang bertemu dengan Jokowi dalam acara puncak HUT ke-58 Golkar. Dalam video tampak Jokowi seperti enggan dipeluk Surya Paloh.

Tanggapi sindirian

Tak dinyana, sindiran Jokowi mengenai tidak sembrono deklarasi Capres 2024 mendapat tanggapan dari Surya Paloh.

Surya Paloh menegaskan kalau Partai Nasdem tidak sembrono mendeklarasikan Anies Baswedan sebagai Capres dalam pesta demokrasi lima tahunan di 2024.

"Nasdem tak sembrono pilih Anies. Makanya Nasdem pilihnya Anies Baswedan. Ya (karena) memiliki jam terbang yang tinggi mata NasDem," ujarnya seperti diunggah lewat akun Twitter Partai Nasdem, Sabtu (22/10). (ris/sut)