Search

Home / Pemerintahan

Kasus Ginjal Akut, Jokowi: Jangan Anggap Ini Masalah Kecil

Editor   |    25 Oktober 2022    |   16:12:00 WITA

Kasus Ginjal Akut, Jokowi: Jangan Anggap Ini Masalah Kecil
Presiden Jokowi (foto/setpres)

JAKARTA, PODIUMNEWS.com – Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyikapi serius kasus penyakit gagal ginjal akut anak yang telah menyebabkan 143 korban meninggal dunia.

Bahkan Presiden Jokowi mengingatkan jajarannya dan instansi terkait untuk bekerja serius dan tidak menganggap sepele persoalan ini.     

“Jangan menganggap ini masalah kecil. Ini adalah masalah besar,” kata Presiden Jokowi, Senin (24/10) di Jakarta.

Ia pun menginstruksikan instansi terkait melakukan segera langkah antisipatif.

Secara khusus, Presiden Jokowi juga mengintruksi Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin menghentikan sementara peredaran obat yang diduga sebagai penyebab kasus gagal ginjal.

Kebijakan tersebut diambil pemerintah sambil menunggu hasil investigasi yang dilakukan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

“Lakukan ini secara terbuka, transparan, tapi juga hati-hati dan objektif,” ucap Presiden Jokowi.

Selain itu, Presiden Jokowi juga meminta BPOM untuk menarik dan menghentikan peredaran obat sirup yang secara eviden terbukti mengandung bahan obat penyebab gangguan ginjal.

“Saya kira akan lebih bagus lagi kalau diumumkan, diinformasikan secara luas mengenai nama produknya,” kata Presiden Jokowi.

Selain itu, Presiden Jokowi meminta Kemenkes melakukan eksplorasi terhadap seluruh faktor risiko penyebab kasus gagal ginjal, baik dari sumber obat-obatan maupun potensi penyebab lainnya.

“Itu harus kita pastikan betul. Uji klinis harus dilakukan. Laboratorium seluler pada organ ginjal yang terdampak juga betul-betul dilihat betul sehingga kita bisa memastikan apa yang menjadi penyebab dari gagal ginjal terutama pada anak,” ujar Presiden Jokowi

Terakhir, Presiden Jokowi menginstruksikan jajarannya untuk menyiapkan pelayanan kesehatan termasuk pengadaan obat-obatan yang dapat mengatasi dan menangani masalah gagal ginjal di tanah air.

“Saya minta diberikan pengobatan gratis kepada pasien-pasien yang dirawat. Saya kira ini penting sekali,” tandasnya.

Tak Ada Penambahan Kasus

Usai menerima instruksi langsung dari Presiden Jokowi, Kemenkes mengumumkan bahwa kasus gangguan ginjal akut terlihat sementara tidak adanya penambahan jumlah kasus baru sejak tanggal 22 Oktober 2022.

Kemenkes menyebutkan hingga Senin (24/10) terdapat 251 kasus gagal ginjal akut yang berasal dari 26 provinsi. Sekitar 80 persen kasus terjadi di DKI Jakarta, Jawa Barat, Aceh, Jawa Timur, Sumatera Barat, Bali, Banten, dan Sumatera Utara.

Sedangkan persentase angka kematian mencapai 56 persen atau 143 kasus meninggal. Penambahan 6 kasus, termasuk 2 kematian yang dilaporkan bukanlah kasus baru.

“Kasus yang dilaporkan tersebut dalah kasus lama yang terjadi di bulan September dan awal Oktober yang baru dilaporkan pada Senin. Sejak 22 Oktober hingga Senin tidak ada lagi kasus baru,” kata Juru Bicara Kementerian Kesehatan dr. M Syahril saat Konferensi Pers secara virtual di Jakarta, Selasa (25/10).

“Walau tidak ada penambahan kasus baru, pemerintah tetap waspada dan mengambil langkah-langkah pencegahan lanjutan,” kata dr Syahril. (ris/sut)

 


Baca juga: Terbukti Gunakan Joki, BKN Akan Blokir NIK Pelamar CPNS