Podiumnews.com / Aktual / Hukum

Usai Kencan, Wanita Panggilan Curi Uang Si Bule Tua

Oleh Podiumnews • 26 Oktober 2022 • 16:08:00 WITA

Usai Kencan, Wanita Panggilan Curi Uang Si Bule Tua
Ilustrasi – pelaku criminal ditangkap polisi (foto/freepik)

DENPASAR, PODIUMNEWS.com - Dian Prayati Wahyuningrum (38) kini mendekam dalam tahanan Polsek Denpasar Selatan. Wanita panggilan yang mencari pelanggan lewat aplikasi Michat ini kedapatan mencuri uang Robert Andrew (77) asal Australia.

Dia mencuri uang si bule tua itu usai berhubungan badan di sebuah vila di Jalan Semawang Beach, Sanur, Denpasar Selatan, pada Selasa (11/10).

Menurut Kanit Reskrim Polsek Densel AKP I Made Putra Yudistira, tersangka Dian Prayati bekerja sebagai wanita panggilan lewat aplikasi Michat. Kepada bule tersebut dia memasang tarif Rp 500 ribu. Namun jika pelanggan lokal Rp 300 ribu.

"Tersangka memasang tarif untuk bule Rp 500 ribu dan lokal Rp 300 ribu," ujar AKP Yudistira, Rabu (26/10) di Denpasar.

Dian datang ke vila tempat Robert menginap setelah keduanya sepakat harga untuk sekali ngejos Rp 500 ribu. Keduanya kemudian berhubungan badan di kamar sebanyak 1 kali.

Usai berhubungan badan, Robert pergi ke kamar mandi untuk membersihkan diri. "Nah, kesempatan itu digunakan tersangka mengambil barang milik korban," ucap Yudistira.

Diam-diam tersangka asal Tanggerang ini menggasak uang tunai Rp7 juta dan 1000 Dollar Australia. Setelah mengambil uang, tersangka pergi tanpa pamit. Ia pergi ke tempat penukaran mata uang asing di kawasan Sanur.

Sepeninggal Dian yang pergi diam-diam, Robert pun curiga. Ia lantas mengecek uangnya di dalam dompet. "Setelah dicek, ternyata uang di dompet dan lemarinya hilang. Korban mengalami kerugian Rp10 juta," terangnya.

Kasus ini dilaporkan ke Polsek Denpasar Selatan. Polisi lantas menyelidiki keberadaan tersangka Dian yang nongkrong di salah satu kafe di Jalan Kutat, Sanurl.

Tersangka ditangkap tanpa perlawanan, pada Selasa (25/10). "Tersangka Dian ditangkap saat sedang bersama anaknya di kafe," ujarnya.

Tersangka mengaku uang itu digunakan untuk menebus ponsel miliknya yang digadaikan. Selain itu juga mentransfer kepada orang tuanya di Jakarta untuk biaya pengobatan rumah sakit.

"Sisanya untuk kebutuhan sehari-hari," pungkas AKP Yudistira. (hes/sut)