Search

Home / News

Korban Luka Buntut Ricuh Demo Mahasiswa Papua Dirawat di RS

Editor   |    17 November 2022    |   20:43:00 WITA

Korban Luka Buntut Ricuh Demo Mahasiswa Papua Dirawat di RS
Korban MA mendapat penanganan medis di RS Bros Renon, Denpasar, usai insiden bentrok dengan mahasiswa asal Papua, pada Rabu (16/11) di Renon. (foto/hes)

DENPASAR, PODIUMNEWS.com - Insiden ricuh berujung bentrok yang terjadi antara mahasiswa Papua dan ormas Pariot Garuda Nusantara (PGN) Bali serta aparat Desa Adat Renon menyebabkan seorang korban mengalami luka di kepala dan masih dirawat di rumah sakit (RS).  

Adalah MA diduga anggota ormas dari Pekat Indonesia Bersatu (PIB) mengalami luka kepala bocor saat bentrok terjadi. Ia kini menjalani perawatan di rumah sakit Bros Renon, Denpasar.

Luka kepala bocor yang dialami korban MA merupakan buntut dari peristiwa bentrok di depan Asrama Putra Papua (Aspura), Jalan Tukad Yeh Aya Nomor 52, Renon, Denpasar Selatan, pada Rabu (16/11) pagi.

Hanya saja, dari aksi bentrok itu beredar kabar bahwa ada pecalang yang meninggal. Bahkan beredar foto-foto pecalang dalam kondisi diperban di bagian kepala dalam posisi terbaring di rumah sakit.

Namun hal itu dibantah Kapolsek Denpasar Selatan Kompol I Made Teja Dwi Permana. Ia mengatakan informasi itu hoaks alias tidak benar. "Hoaks, tidak ada yang meninggal," tegasnya saat dikonfirmasi, Kamis (17/11) di Denpasar.

Namun, Kompol Teja enggan membeberkan kejadian yang dialami MA. Sementara dari informasi korban MA diduga anggota ormas Pekat Indonesia Bersatu. Ia ikut membantu pasca bentrok terjadi.

"Anggota ormas itu ikut membantu jaga keamanan ketika mahasiswa hendak menggelar aksi demo," sebutnya.

Nahas saat kerusuhan terjadi, korban MA terkena hantaman kayu hingga kepalanya bocor. Ia langsung dilarikan ke RS Bros Renon agar segera mendapatkan perawatan intensif.

"Korban masih dirawat di rumah sakit Bros," ujarnya.

Diberitakan sebelumnya, kericuhan pecah di Asrama Putra Papua (Aspura), Jalan Tukad Yeh Aya Nomor 52, Banjar Tengah, Desa Renon, Denpasar Selatan, pada Rabu (16/11). Pertikaian terjadi antara kelompok mahasiswa Papua dengan organisasi masyarakat (ormas) dan pecalang Desa Adat Renon.

Para mahasiswa awalnya didesak untuk tidak menggelar demo dan diminta membubarkan diri. Namun mahasiswa menolak dan ngotot akan tetap berdemo. Keributan pecah setelah kedua kubu saling dorong, dan akhirnya saling pukul dengan tangan kosong serta kayu untuk spanduk. (hes/sut)


Baca juga: Ny. Putri Koster Minta ‘Jemput Bola’ Disabilitas Kesulitan Datangi Tempat Vaksinasi