Search

Home / Politik

Desak Audit Total PT GNI Paska Bentrok Tewaskan Karyawan

Editor   |    18 Januari 2023    |   18:34:00 WITA

Desak Audit Total PT GNI Paska Bentrok Tewaskan Karyawan
Wakil Ketua DPR RI Muhaimin Iskandar (foto/dpr)

JAKARTA, PODIUMNEWS.com - Wakil Ketua DPR RI Bidang Koordinator Kesejahteraan Rakyat (Korkesra) Abdul Muhaimin Iskandar mendesak pemerintah melakukan audit total di PT GNI, baik dari sisi teknologi smelter hingga pelaksanaan aspek Keselamatan Kesehatan Kerja (K3).

Menurut pria akrab disapa Cak Imin ini, langkah tersebut penting dilakukan untuk mengungkap fakta penyebab bentrokan yang terjadi antar kelompok pekerja di PT Gunbuster Nickel Industry (GNI) di Morowali Utara pada Sabtu (14/1) malam.

“Saya kira perlu audit total secara komprehensif juga dari pemerintah di PT GNI. Semua aspeknya ya, mulai teknologi smelter, masalah K3-nya. Ini penting untuk mengungkap menyebabkan terjadinya bentrokan sekaligus mencegah kasus serupa di perusahaan yang lain,” tegas Cak Imin.

Melalui keterangan tertulis yang diterima pada Rabu (18/1), mantan Menteri Tenaga Kerja itu menyesalkan pecahnya bentrokan yang menimbulkan tiga korban jiwa.

Cak Imin mengingatkan semua pihak untuk tidak mudah terprovokasi dengan berbagai spekulasi yang beredar mengenai bentrok tersebut agar proses hukum yang dilakukan aparat kepolisian berjalan secara optimal.

"Saya sangat sesalkan kejadian di Morowali Utara yang melibatkan karyawan PT GNI. Ini harus diusut tuntas, dan saya berharap betul aparat terkait dapat memberikan rasa aman dan nyaman bagi seluruh pekerja. Kita dukung aparat kepolisian mengusut kasus itu sampai tuntas, dan kita jangan mudah terprovokasi, apalagi berspekulasi,” ujarnya.

Politisi Partai Kebangkitan Bangsa itu pun memastikan DPR khususnya Komisi III akan segera mengecek latar belakang penyebab aksi bentrokan yang menewaskan dua orang pekerja tersebut.

“Kita di DPR juga tidak tinggal diam, Komisi III nanti akan cek apa sebenarnya yang terjadi di PT GNI. Bagaimanapun bentrokan antar karyawan tidak boleh lagi terjadi selanjutnya,” tutur Gus Muhaimin menutup pernyataan resminya. (rik/sut)


Baca juga: JADI Bali: Gaya Kampanye Pemilu 2024 Harus Kreatif