Podiumnews.com / Aktual / Hukum

Bule Bandel jadi Target Operasi Cipkon Polda Bali

Oleh Editor • 17 Maret 2023 • 20:40:00 WITA

Bule Bandel jadi Target Operasi Cipkon Polda Bali
Suasana pelaksanaan apel gelar pasukan Operasi Cipkon di halamam Mapolda Bali, pada Jumat (17/3). (foto/hes)

DENPASAR, PODIUMNEWS.com – Berbeda dengan tahun sebelumnya, kali ini Operasi Cipta Kondisi (Cipkon) yang digelar Polda Bali menjadikan bule bandel sebagai target utamanya.

Demikian terungkap saat pelaksanaan apel gelar pasukan Operasi Cipta Kondisi menyambut Hari Raya Nyepi Tahun Baru Caka 1945 bagi umat Hindu dan Bulan Ramadhan bagi umat muslim. Gelar pasukan ini berlangsung di halamam Mapolda Bali, pada Jumat (17/3).

Apel gelar pasukan ini dipimpin Kapolda Bali Irjenpol Putu Jayan Danu Putera dan dihadiri perwakilan dari Imigrasi Ngurah Rai, Satpol PP, Dinas Pariwisata (Dispar) Bali, Kesbangpol Bali, Kanwilkumham Bali, dan stakeholder lainnya.

Operasi Cipta Kondisi Agung 2023 ini dilaksanakan selama 5 hari di mulai tanggal 17-21 Maret. Sementara Polda Bali menerjunkan 475 personel yang akan bergabung dengan aparat keamanan dan instansi lainnya.

Sedangkan ratusan personel yang melibatkan berbagai unsur itu dibagi dalam tiga Unit Kerja Lapangan (UKL). Dan, setiap UKL memiliki sasaran operasi masing-masing.

Dimana UKL 1, sasaran operasinya pemantauan dan penertiban kelengkapan lalu- lintas, meliputi surat-surat kendaraan termasuk kelengkapan kendaraan, penggunaaan helm dan etika berkendara dan lainnya.

Lalu UKL 2 sasaran operasinya adalah pekerja ilegal, usaha ilegal, pelanggaran izin tinggal, dan pelanggaran administrasi lainnya. Terakhir UKL 3, sasaran operasinya adalah kejahatan narkoba, kepemilikan senjata api (senpi), dan tindak pidana lainnya.

Kapolda Putu Jayan kembali menegaskan bahwa sasaran utama Operasi Cipkon kali ini adalah warga negara asing (WNA) terutama bule bandel. Dikatakannya, sejak pandemi Covid-19 melandai dan Bali kembali dibuka untuk wisatawan mancanegara, terjadi peningkatan aktivitas masyarakat termasuk pariwisata. Bahkan, kunjungan wisatawan mancanegara terus meningkat setiap harinya.

Sehingga peningkatan aktivitas masyarakat berdampak pada meningkatnya kriminalitas dan pelanggaran lalu-lintas, baik yang dilakukan wisatawan lokal maupun mancanegara. Apalagi belakangan ini Bali dihebohkan dengan berbagai kejadian yang menonjol dan menuai kontroversi yang dilakukan oleh bule bandel yang berlibur di Bali.

“Seperti banyak yang overstay, menjalankan usaha ilegal, protes kokokan ayam, berprilaku tidak sopan, tidak mematuhi peraturan lalu-lintas, dan tindak pidana lainnya. Hal tersebut tentu membuat masyarakat Bali resah," tegas Kapolda.

Menyikapi persoalan tersebut, Gubernur Bali I Wayan Koster bersama Polda Bali dan instansi terkait lainnya memandang perlu melakukan tindakan tegas terhadap bule bandel. Salah satunya adalah melaksanakan Operasi Cipkon dengan tiga UKL yang digelar lima hari ini. Operasi ini sedianya untuk menertibkan perilaku bule bandel tersebut.

"Operasi Cipkon Agung kali ini untuk melakukan penertiban terhadap wisatawan yang melakukan pelanggaran maupun kejahatan di Bali. Operasi ini juga bertujuan untuk memelihara Kamtibmas menjelang Hari Raya Nyepi dan Bulan Suci Ramadhan," jelas Kapolda.

Kepada seluruh anggotanya yang terlibat dalam Operasi Cipkon ini untuk tidak anggap remeh terhadap situasi di lapangan. Dia berharap seluruh instansi yang terlibat bersama dalam operasi ini dapat bekerja sama dengan baik.

Melalui operasi ini, Kapolda berharap dapat menjaga stabilitas Kamtibmas di Bali menjelang Nyepi dan Ramadhan.

"Hari Raya Nyepi tahun ini bertepatan dengan hari pertama tarawih umat muslim. Nyepi dan Ramadhan sudah sering dirayakan, tetapi tidak boleh anggap enteng dengan situasi di lapangan," tandasnya. (hes/sut)