Podiumnews.com / Aktual / Sosial Budaya

Bukan Budaya Bali, Ogoh-Ogoh Diiringi House Music

Oleh Editor • 24 Maret 2023 • 18:54:00 WITA

Bukan Budaya Bali, Ogoh-Ogoh Diiringi House Music
Ilustrasi house music yang disuguhkan di diskotik membuat penggemar dugem saling berlomba bergoyang (pixabay)

DENPASAR, PODIUMNEWS.com - Kapolsek Denpasar Utara Iptu I Putu Carlos Dolesgit mengingatkan pada pawai pengarakan ogoh-ogoh selanjutnya tidak ada lagi diiringi house music dengan sound system sebagai pengeras suara.

Hal itu disampaikan Kapolsek Denpasar Utara Iptu I Putu Carlos Dolesgit saat  "Jum’at Curhat" yang digelar di Desa Dangin Puri Kauh, Denpasar, pada Jumat (24/3).

Penegasan itu ia sampaikan sebagai evaluasi penyelenggaraan pawai ogoh-ogoh pada Pangerupukan sehari menjelang Hari Raya Nyepi, Selasa (21/3) malam lalu.

Pada saat itu, ia menemukan masih ada sejumlah kelompok warga mengarak ogoh-ogoh diringi dengan house music.

Menurut Iptu Carlos, hal itu sangatlah tidak mencerminkan budaya Bali. Karena esensi dari pengarakan ogoh-ogoh sebagai sarana upakara mengusir Bhuta Kala yang seharusnya diiringi gambelan Bali.

“Jadi bukan untuk sarana menunjukkan identitas diri dengan music DJ (house music),” tegasnya.

Sebagai evaluasi, ia kembali mengingatkan untuk ke depan tidak lagi pengarakan ogoh-ogoh diiringi house music dengan sound system.

Menanggapi itu, tokoh masyarakat setempat, I Ketut Badra dan I Made Mudita meminta polisi bertindak tegas terhadap oknum kelompok yang telah merusak citra ogoh-ogoh tersebut.

Atas dukungan tersebut, Kapolsek Carlos mengharapkan warga untuk mengendalikan diri dengan mengedepankan kepentingan bersama dalam kehidupan bermasyarakat.

“Kami siap dan hadir di masyarakat. Peristiwa negatif di masyarakat mohon dijadikan pelajaran untuk berbuat lebih baik ke depannya,” harapnya. 

Tentang house music

House music dikenal sebagai genre musik dansa elektronik yang sempat booming di kalangan remaja dan dewasa di era 1980-90an. Utamanya penggemar dugem (dunia gemerlap), sulit dipisahkan dari house music.

House music menjadi menu utama di semua diskotik. Genre musik ini seolah sudah menyatu di lantai dansa.

Kehadiran disc jockey (DJ) membuat penikmatnya makin berlomba bergoyang dalam irama musik yang menghentak.

House music muncul pertama kali di Kota Chicago, Amerika Serikat pada awal tahun 1980.

House music dicirikan oleh ketukan 4/4 yang berulang-ulang, ritme umumnya disediakan mesin drum, iringan irama simbal hi-hat dan bassline disintesis.

Secara mekanis, ritme yang berulang-ulang pada house music adalah salah satu dari komponen utamanya.

Sebagian besar house music merupakan lagu instrumental, tanpa vokal. Setelah muncul di Chicago, house music kemudian menyebar Detroit, Toronto, New York City, San Francisco, Boston, Montreal, Manchester, Miami, London, dan Paris. (hes/sut)