Podiumnews.com / Aktual / Sosial Budaya

Sering Diposisikan Lebih Rendah dari Bahasa Asing

Oleh Editor • 05 Juni 2023 • 19:41:00 WITA

Sering Diposisikan Lebih Rendah dari Bahasa Asing
Sekda Provinsi Bali Dewa Indra saat tampil sebagai pembicara pada Forum Diskusi Pengutamaan Bahasa Negara, Senin (5/6/2023) di Badung. (foto/adhi)

BADUNG, PODIUMNEWS.com – Bahasa Indonesia seringkali diposisikan lebih rendah dari bahasa asing pada pertemuan forum internasional yang justru berlangsung di Tanah Air.

Hal itu diungkapkan Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Bali Dewa Made Indra saat menjadi pembicara pada Forum Diskusi Pengutamaan Bahasa Negara, Senin (5/6/2023) di Badung.

“Dalam forum tertentu, seringkali yang digunakan sebagai pengantar adalah bahasa asing. Padahal pelaksanaannya di Indonesia, dan pesertanya juga belum tentu seluruhnya paham dengan bahasa yang digunakan. Di forum ilmiah juga begitu, seolah belum keren kalau tanpa bahasa asing,” sesalnya.

Untuk itu, ia mendorong penguatan peran Balai Bahasa untuk terus mengingatkan pentingnya pengutamaan bahasa negara dalam berbagai forum. Terlebih lagi pada saat ini makin kuatnya tantangan dihadapi bahasa Indonesia dalam upaya pengutamaan sebagai bahasa negara.

Menurutnya ada tiga tantangan yang tengah dihadapi hahasa Indonesia pada saat ini. Tiga tantangan itu adalah menguatnya penggunaan bahasa asing karena tuntutan globalisasi.

Lalu maraknya pemakaian bahasa gaul di kalangan generasi muda. Terakhir, adanya semangat daerah untuk mengangkat bahasa lokal sebagai gerakan penguatan identitas lokal.

Maka untuk menyikapi itu, ia berharap forum yang digelar Balai Bahasa Provinsi Bali ini dapat mencermati dan selanjutnya melakukan mitigasi agar keberadaan bahasa Indonesia sebagai bahasa resmi bisa tetap menjadi yang utama.

Sebab menurutnya, bahasa Indonesia sebagai bahasa nasional memiliki fungsi yang sangat strategis. Tak hanya sebagai sarana komunikasi untuk mengungkapkan sesuatu, bahasa Indonesia juga merupakan jati diri bangsa.

“Kita harus bangga karena Indonesia menjadi salah satu negara yang punya bahasa nasional. Sebab tidak semua negara punya bahasa nasional sendiri,” ucapnya seraya menambahkan, bahasa merupakan jati diri dan identitas sebuah bangsa.

Tak jauh beda, Kepala Balai Bahasa Provinsi Bali Valentina Lovina Tanate juga mengungkapkan terdapat sejumlah hal yang dapat melemahkan bahasa Indonesia. Seperti makin intensnya pemakaian bahasa asing khususnya bahasa Inggris, dan menguatnya semangat penggunaan bahasa daerah. (adi/sut)