Podiumnews.com / Aktual / Sosial Budaya

Tabanan Diharap Lagi Lahirkan Maestro Seni

Oleh Editor • 15 Juli 2023 • 19:31:00 WITA

Tabanan Diharap Lagi Lahirkan Maestro Seni
Bupati Sanjaya membuka acara Festival Budaya Desa Delod Peken, Jumat (14/7/2023) di Tabanan. (foto/adi)

BUKAN hanya menjadi daerah lumbung berasnya Bali, Tabanan juga dulu dikenal sebagai lumbung seniman yang melahirkan sejumlah maestro.

Namun pada 30 tahun terakhir ini, Tabanan belum kembali melahirkan seorang pun maestro seni sekelas Putu Wijaya (sastrawan dan budayawan), Ketut Nuarta (arsitektur), dan jauh sebelumnya adalah Ketut Maria (penari).

Bupati Tabanan Komang  Gede Sanjaya sempat mengungkapkan harapan akan lahirnya kembali seorang maestro seni dari kabupaten berhawa sejuk itu.

“Kita dulu punya maestro seni I Ketut Maria yang melegenda dengan Tari Oleg Tamulilingan, Tari Gebyar Duduk hingga Tari Terompong yang sangat terkenal ke mancanegara,“ kata Sanjaya saat membuka acara Festival Budaya Desa Delod Peken, Jumat (14/7/2023).

Ia sengaja menyebut nama maestro legendaris tari Bali itu, karena tempat penyelenggara festival tepat digelar di Gedung Kesenian Ikonik I Ketut Maria Tabanan. Gedung kesenian itu sendiri sengaja dibangun pemerintah daerah untuk mengenang Ketut Maria sebagai maestro tari kebanggaan masyarakat Tabanan.   

“Melalui Festival ini akan lahir kembali legenda-legenda baru yang mengikuti jejak maestro seni terdahulu. Sehingga tidak menjadi kenangan semata,” ucapnya.

Untuk itu, ia sangat mendukung dan mengapresiasi penyelenggaran festival seni desa yang melibatkan masyarakat setempat terutama para seniman dan sekaa teruna juga komunitas di banjar-banjar adat.

"Adanya festival atau pun kesenian dalam festival adalah dari rakyat, oleh rakyat dan untuk rakyat. Dari krama, oleh krama, untuk krama, sebagai penikmatnya.”

“Inilah salah satu manfaatnya sangat penting dilakukan, sehingga generasi mendatang mempunyai kesempatan untuk belajar dan lebih memahami tentang budaya sendiri, terlebih Desa Delod Peken dulunya memiliki maestro seni (Ketut Maria) yang gaungnya sampai ke mancanegara yang harus terus diregenerasi,” tuturnya.

Acara ini turut dihadiri Ida Tjokorda Anglurah Tabanan, Anggota DPR RI I Made Urip dan Ketua DPRD Bali Nyoman Adi Wiryatama. Kegiatan ini secara visualisasi dibuka dengan kayonan memiliki makna sebagai sumber kehidupan. (adi/sut)