Podiumnews.com / Aktual / Pemerintahan

Optimalkan PSBS Atasi Sampah Sarbagita

Oleh Editor • 15 Oktober 2023 • 19:55:00 WITA

Optimalkan PSBS Atasi Sampah Sarbagita
Pj Mahendra Jaya, Sekda Dewa Indra dan Walikota Jaya Negara berbincang usai rapat tentang Rencana Pengelolaan Sampah di Kawasan Denpasar, Badung, Gianyar dan Tabanan (Sarbagita), pada Minggu (15/10/2023) di Denpasar. (foto/adhi)

DENPASAR, PODIUMNEWS.com – Mengatasi permasalahan pelik soal sampah di kawasan Sarbagita yang tak kunjung tuntas, memunculkan kembali wacana untuk mengoptimalkan Penanganan Sampah Berbasis Sumber (PSBS),

Terlebih lagi setelah TPA Suwung, Denpasar, tengah mengalami bencana kebakaran disebabkan cuaca panas ekstrem.  

Demikian terungkap pada rapat membahas Rencana Pengelolaan Sampah di Kawasan Denpasar, Badung, Gianyar dan Tabanan (Sarbagita), pada Minggu (15/10/2023) di Denpasar.

Rapat ini dipimpin Pejabat (Pj) Gubernur Bali SM Mahendra Jaya dengan dihadiri walikota, bupati dan perwakilan pemerintah daerah dari kawasan Sarbagita.

Pj Mahendra Jaya mengatakan bahwa semua pihak perlu mengambil hikmah atas kejadian bencana kebakaran di TPA Suwung.

“Tentu kita ambil hikmah dari kebakaran ini, kita perlu melakukan evaluasi dan penataan di dalam penanganan sampah,” ujarya.

Ia juga meminta agar penanganan sampah berbasis sumber agar lebih dioptimalkan lagi, begitu juga dengan pemanfaatan TPS3R dan TPST.

“Kemudian bagus apabila desa-desa yang ada belajar penanggulangan sampah dari desa-desa yang sudah berhasil. Minta mereka belajar ke sana. Ya ATM, Amati Tiru Modifikasi, sehingga benar-benar penanganan sampah menjadi optimal,” jelas Mahendra.

Ia juga menyampaikan akan memastikan pemanfaatan dana desa agar juga dialokasikan untuk pengelolaan sampah sehingga penanggulangan sampah berbasis sumber benar-benar terimplementasikan dengan baik.

Di sisi lain, ia juga menegaskan mengenai perubahan paradigma terhadap penanganan sampah di masyarakat. Ia menyampaikan bahwa perubahan paradigma ini penting untuk dilakukan.

“Mulai dari di sekolah-sekolah, SMP, SMA bahkan SD. Kita dorong percepatan,” sebut Mahendra.

Ia meminta agar sekolah-sekolah dapat secara mandiri mengelola sampah khususnya sampah organik dengan mengadopsi metode teba kota/teba modern dengan membuat sumur kompos sehingga dapat meminimalisir limbah sampah yang dibuang ke TPA atau TPS3R.

Ke depannya terkait penuntasan masalah sampah, Mahendra Jaya akan mengalokasikan sebagian besar dana dari pungutan wisatawan asing yang akan berlaku tahun 2024 mendatang untuk penanganan sampah di Bali.

“Mungkin 50 persen sampai 70 persen untuk penanganan sampah,” ungkapnya.

Mahendra Jaya meminta masukan dari kabupaten/kota terkait teknis pemanfaatan dana tersebut. Ia lalu juga meminta agar Sekda Provinsi Bali dan Kadis LHK Provinsi Bali secara teknis membahas hal itu dengan Kadis LHK Kabupaten/Kota.

“Harapannya tahun 2024 masalah sampah ini selesai karena dana ada. Tolong dibahas lebih lanjut secara khusus, secara teknis,” pintanya. (adhi/sut)