Kapolda Bali Pimpin Rakor Mantap Brata Agung
DENPASAR, PODIUMNEWS.com - Kapolda Bali Irjen Pol IB Kade Putra Narendra memimpin rapat koordinasi (Rakor) Operasi Mantap Brata Agung 2023-2024, Kamis (9/11/2023) di Denpasar.
Rakor Operasi Mantap Brata Agung ini bertujuan untuk pengamanan penyelenggaran Pemilu 2024 dapat berjalan aman, lancar dan damai.
Irjen Narendra mengatakan meski kondisi Bali secara umum aman dan kondusif, namun konsentrasi tugas justru haru ditingkakat. Sebab Polda Bali juga tengah mengamankan rangkaian tahapan proses pendaftaran dan penetapan calon presiden dan wakil presiden.
"Meski saat ini situasi kamtibmas di wilayah kita relatif aman, saya minta agar seluruh satgas termasuk Satgas Polres tetap fokus dalam melaksanakan tugasnya masing-masing dengan baik," ujarnya.
Lebih lanjut ia menjelaskan indikator keberhasilan Pemilu dan Pilkada Serentak 2024 yang harus mampu diwujudkan. Pertama, pemilu berlangsung aman dan lancar sesuai aturan yang berlaku.
Lalu kedua, partisipasi pemilih yang tinggi. Ketiga adalah tidak terjadi konflik yang dapat merusak persatuan dan kesatuan bangsa terutama konflik sosial dan kekerasan.
Kemudian terakhir, pemerintahan yang ada tetap berjalan dengan lancar, baik di pusat maupun daerah.
"Untuk mewujudkan indikator keberhasilan tersebut, ada beberapa penekanan pimpinan khususnya Bapak Kapolri dalam menghadapi Pemilu 2024," ujarnya.
Penekanan tersebut, sebutnya, meliputi jaga integritas, profesionalitas, netralitas dan wibawa Polri. Profesionalisme penyelenggara pada setiap TPS. Kawal kegiatan distribusi logistik pemilu.
“Jangan terlibat kegiatan politik praktis dan jangan sampai ada anggota Polri yang terlibat dalam tindak pidana pemilu,” imbuhnya.
Selanjutnya, intensifkan kegiatan cooling system seperti kegiatan deklarasi damai. Utamakan upaya pencegahan sebelum tindakan penindakan. Tingkatkan kualitas pelayanan terhadap pengaduan masyarakat (Dumas) maupun laporan Polisi.
Bangun komunikasi yang baik dan edukatif kepada masyarakat. Tingkatkan soliditas internal dan sinergitas dengan TNI, pemerintah dan instansi penyelenggara pemilu.
"Kegiatan rakor ini juga menjadi wadah untuk menyampaikan saran masukan dan pemecahan masalah terkait dengan pengamanan pemilu 2024," pungkasnya. (hes/sut)