Atasi Banjir Lewat Shorcut Saluran Air
SINGARAJA, PODIUMNEWS.com - Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Kabupaten Buleleng berencana pembuatan shortcut saluran air pada tahun 2024.
Ini bertujuan mengatasi banjir yang sering terjadi pada musim penghujan di Kota Singaraja. Proyek ini akan menguatkan sistem drainase yang akan bermuara ke Sungai Banyumala.
Demikian diungkapkan Kepala Dinas PUTR Buleleng, I Putu Adiptha, Sabtu (11/11/2023) di Singaraja.
Lebih lanjut Adiptha menjelaskan bahwa inisiatif ini muncul karena Kota Singaraja sering mengalami banjir di beberapa titik selama musim hujan.
“Salah satu masalah utama adalah aliran air dari wilayah hulu hanya melalui satu saluran drainase, seperti yang terjadi pada Jalan Mayor Metra hingga ke Tugu Singa Ambara Raja. Akibatnya, air meluap di wilayah hilir, seperti Kelurahan Banjar Jawa, Kampung Anyar, Kampung Bugis, dan Kaliuntu,” terangnya.
Untuk mengatasi masalah tersebut, maka pihaknya pun kemudian berencana membangun shortcut saluran air di Kelurahan Banjar Tegal. Saluran ini akan digunakan untuk mengurangi volume air saat curah hujan meningkat.
"Jadi air yang sebelumnya mengalir ke utara dari Kantor Bupati akan dialihkan ke arah barat menuju Sungai Banyumala. Selain itu, dimensi saluran air yang sudah ada akan diperbaiki."ucapnya.
Rencana ini dianggap sebagai prioritas program tahun 2024, dan pihak terkait sedang berupaya mendapatkan persetujuan dari Penjabat (Pj) Bupati Buleleng untuk mengkaji lebih lanjut terkait penyiapan anggaran.
Adiptha juga menambahkan, drainase di Banjar Tegal akan diperkuat dengan pemasangan batu, dimensi saluran akan diperbaiki, dan memastikan saluran tersebut terhubung ke Sungai Banyumala.
“Saluran ini telah ada sejak lama, namun belum digunakan karena seluruh aliran air dialihkan ke utara di Jalan Ngurah Rai," sebutnya.
Disinggung mengenai penanganan untuk antisipasi banjir musim penghujan yang diperkirakan jatuh pertengahan November ini, pihaknya mengatakan telah bersinergi dengan dinas terkait.
Mulai dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH), perangkat desa dan kelurahan untuk membersihkan saluran drainase secara rutin dan menggencarkan Program Kali Bersih (Prokasih).
"Semoga sinergi kita dengan dinas terkait untuk mencegah banjir di Kabupaten Buleleng bisa semakin efektif," harapnya. (suteja)