Podiumnews.com / Aktual / Pemerintahan

Sekda Apresiasi Literasi Digital 20 Ribu ASN

Oleh Editor • 21 Agustus 2023 • 21:53:00 WITA

Sekda Apresiasi Literasi Digital 20 Ribu ASN
Sekda Dewa Indra. (foto/adhy)

DENPASAR, PODIUMNEWS.com – Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Bali Dewa Made Indra menyambut baik kegiatan Literasi Digital dengan menyasar sebanyak 20.000 aparatur sipil negara (ASN) Daerah Bali yang meliputi instansi di tingkat provinsi dan kabupaten/kota se-Bali, Senin (21/8/2023).

Kegiatan yang digelar Direktorat Jenderal Aplikasi Informatika Kementerian Komunikasi dan Informatika RI dari 21-24 Agustus 2023, ini mengusung tema “Transformasi Digital Aparatur Pemerintahan dan Netralitas Aparatur Pemerintahan di Dunia Digital”.

Dalam sambutannya Made Indra menyebut Literasi Digital yang menyasar ASN di Daerah Bali sebagai kegiatan yang luar biasa. “Ini merupakan kolaborasi antar lembaga yang sangat positif. Ini bisa dijadikan role model dalam mensukseskan kebijakan nasional lainnya,” ucapnya.

Ia mengajak ASN Pemprov dan Kabupaten/Kota yang dilibatkan dapat menyimak dan mengikuti kegiatan dengan baik. Terlebih materi yang dibawakan oleh para narasumber sangat menarik yaitu digital skill, digital safety, digital ethics dan digital culture.

Ia meyakini, seiring dengan masifnya perkembangan IT, belum seluruh ASN paham dan cakap dalam memanfaatkan ruang digital. Karena faktanya masih ada kasus terkena tipu, terpancing di medsos hingga menimbulkan ketersinggungan hingga nomor telepon kena hack.

“Ini tandanya masih ada yang belum paham bagaimana memanfaatkan media digital. Gunakan kesempatan ini dengan baik untuk menambah wawasan,” ucapnya.

Acara pembukaan kegiatan Literasi Digital juga diisi penayangan video arahan Presiden RI Joko Widodo. Dalam arahannya, Presiden Jokowi menyampaikan bahwa tantangan di ruang digital semakin besar dan sangat banyak.

Konten negatif terus bermunculan, kejahatan di ruang digital seperti hoax, penipuan daring, perjudian, eksploitasi seksual pada anak, perundungan siber, ujaran kebencian dan radikalisme berbasis digital perlu terus diwaspadai karena menjadi ancaman bagi persatuan dan kesatuan bangsa.

“Kewajiban kita bersama untuk meminimalkan konten negatif. Caranya dengan membanjiri ruang digital dengan konten positif. Banjiri dan isi terus dengan konten positif,” ajaknya.

Untuk itu, kecakapan digital masyarakat perlu ditingkatkan agar mampu menciptakan lebih banyak konten kreatif yang mendidik dan menyejukkan serta menyerukan perdamaian.

Selain itu, ia berharap internet mampu meningkatkan produktivitas masyarakat, membuat UMKM naik kelas dengan onboarding ke platform e-commerce. Sehingga dengan demikian, internet bisa memberi nilai tambah ekonomi bagi seluruh lapisan masyarakat.

Masih dalam arahannya, Jokowi menyebut literasi digital sebagai kerja besar pemerintah yang membutuhkan dukungan dari berbagai komponen. ia mengapresiasi 110 lembaga dan berbagai komunitas yang terlibat dalam literasi digital nasional

“Saya harap gerakan ini menggelinding dan terus membesar, mendorong inisiatif komponen lain untuk melakukan kerja konkret di masyarakat,” pungkasnya.

Sementara itu, Direktur Pemberdayaan Informatika Kemenkominfo RI Bonifasius Wahyu Pudjianto menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan kerja sama BPSDM Kemendagri dan Direktorat Pemberdayaan Informatika Kemenkominfo.

Kegiatan ini dilaksanakan secara bertahap dengan sasaran 350 ribu ASN di Indonesia. Literasi digital ini diharapkan dapat meningkatkan kecakapan digital kalangan ASN sehingga mampu berkontribusi menciptakan konten positif. Pada kesempatan itu, Bonifasius mengingatkan ASN menjaga netralitas serangkaian dengan pelaksanaan Pemilu Serentak Tahun 2024. (adhy/sut)