Podiumnews.com / Aktual / Ekonomi

Pariwisata Badung Berbasis Sustainable Tourism

Oleh Editor • 08 Januari 2024 • 18:44:00 WITA

Pariwisata Badung Berbasis Sustainable Tourism
Sekda Adi Arnawa saat menerima kunjungan kerja Bupati Siak Provinsi Riau H Alfredi, Senin (8/1/2024) di Mangupura. (foto/adi)

MANGUPURA, PODIUMNEWS.com – Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Badung Wayan Adi Arnawa menegaskan bahwa pengembangan pariwisata di Badung berbasis sustainable tourism (pariwisata berkelanjutan).

Hal itu disampaikan Sekda Adi Arnawa saat menerima kunjungan kerja Bupati Siak Provinsi Riau H Alfredi bersama jajaran, Senin (8/1/2024) di Mangupura.

Adi Arnawa menjelasakan pariwisata berkelanjutan merupakan konsep pembangunan/pengembangan pariwisata yang memperhitungkan sepenuhnya dampak ekonomi, sosial, dan lingkungan saat ini maupun masa depan. Selain itu, pariwisata Badung juga tetap memegang teguh nilai dan spirit budaya lokal Bali 

Karena menurutnya, pembangunan pariwisata yang berhasil bukan hanya dapat mempercepat pertumbuhan ekonomi daerah dan nasional. Lebih dari itu, jika pariwisata dikelola secara baik, pariwisata dapat menjamin kelestarian alam dan budaya, serta penyediaan lapangan pekerjaan bagi penduduk lokal.

Untuk itu, lanjut dia, dalam pengembangan pariwisata, perlu diterapkan konsep pembangunan yang dapat meminimalkan dampak negatifnya, yaitu melalui konsep pariwisata berkelanjutan.

 “Ini membutuhkan suatu inovasi yang out of the box. Untuk menjadikan industri pariwisata sustainable, ini merupakan suatu konsep yang dipraktekkan dan di-maintenance baik oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Badung, masyarakat, pelaku industri dan semua komponen yang ada didalamnya. Dan terbukti pariwisata telah memberikan dampak dimensional,” jelasnya.

Ditambahkan Adi Arnawa, dalam masa kepemimpinan Bupati Nyoman Giri Prasta dan Wabup Ketut Suiasa di Kabupaten Badung terdapat empat pilar utama pengembangan pariwisata yang mencakup pengelolaan destinasi pariwisata berkelanjutan (Sustainability Management), pemanfaatan ekonomi untuk masyarakat lokal (Social-Economy), pelestarian budaya bagi masyarakat (Culture) dan pelestarian lingkungan (Environment).

Kinerja pembangunan pariwisata tidak hanya diukur dan dievaluasi berdasarkan kontribusinya terhadap pertumbuhan ekonomi saja, tetapi juga atas kontribusinya terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat, pengurangan pengangguran dan kemiskinan, pelestarian pertanian/lingkungan, pengembangan budaya serta mempererat persatuan ditengah perbedaan dan heterogenitas masyarakat Badung.

“Oleh karena itu konsep kita tidak boleh konvensional dalam memanage industri pariwisata. Kita juga harus selalu membangun kondusifitas antar wilayah karena keamanan dan kenyamanan juga menjadi hal yang mutlak untuk diwujudkan. Maka dari itu, kami selalu menggandeng teman-teman Forkopimda, karena kami menyadari bahwa Pariwisata Badung dan Bali harus kita jaga bersama. Bapak Bupati Giri Prasta ingin agar semua komponen masyarakat kami, bisa menikmati kue besar dari industri pariwisata tanpa membedakan suku agama dan ras,” ujar Adi Arnawa

Sementara itu Bupati Siak H Alfredi menyampaikan, untuk meningkatkan akselerasi pembangunan di bidang Infrastruktur, pariwisata, perhubungan dan pelayanan publik di Kabupaten Siak, diperlukan kesamaan pandang antar seluruh elemen pemerintahan di Kabupaten Siak termasuk Forkopimda dan Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

Sehubungan dengan hal tersebut pihaknya merasa perlu untuk melakukan kunjungan kerja ke Pemerintah Kabupaten Badung, untuk melihat keberhasilan dalam melaksanakan pembangunan dan pelayanan berkat dari adanya dukungan dan kerjasama semua elemen yang ada di Kabupaten Badung. (adi/sut)