Waspada.. Oknum Pegawai SPBU
SINGARAJA, podiumnews.com - Mungkin tidak sedikit masyarakat pernah merasa dikecewakan, oleh oknum pegawai SPBU ketika sedang mengisi bahan bakar kendaraannya. Mulai dari pelayanan kurang ramah, hingga paling parah dan mungkin sering terjadi adalah mengurangi apa yang seharusnya di dapat konsumennya.
Salah satu contoh keluhan konsumen kembali muncul dan ramai di bicarakan warga nitizen, di akun facebook Singaraja Now. Diposting pada Senin (4/9/17), dugaan kecurangan oknum pegawai SPBU ditanggapi ribuan nitizen.
Dalam postingan diceritakan, tepatnya jam 16.00 wita yang bertempat di SPBU Jalan Gajah Mada Kel. Banjar Jawa, Buleleng, seorang pembeli bensin sebut saja namanya Bunga Citra dari Singaraja merasa geram akibat ulah para oknum SPBU GAMA.
Bunga membeli Pertalite sebesar Rp 10,000 tetapi alih-alih Bunga ingin melihat meteran pada SPBU ini ditutup-tupi oleh petugas yang lagi satu. Ketika Bunga ingin melihat meteran langsung di nol kembali oleh oknum ini, biasa pada pegawai SPBU lainnya mereka dengan sigap langsung mengembalikan meteran menjadi nol,meskipun mereka sudah memasang spanduk yang bertulisan “PASTI PAS”, tetapi tetap juga dicurangi.
Disebutkan pula, bahwa ini cerminan pengalaman bagi pengendara motor atau mobil yang ingin mengisi bensin di SPBU harus dengan teliti membeli. Usahakan kalau sedang mengisi pertamax atau pertalite fokus pada mesin meteran, atau dengan solusi lain dengan meminta struk meskipun membeli dengan nominal kecil. Membiasakan diri agar tidak dicurangi oleh oknum-oknum yang nakal di SPBU.
Cerita tersebut pun mendapat banyak tanggapan dari nitizen, bahkan tak sedikit yang justru juga menceritakan pengalaman buruknya ketika mengalami hal yang sama. Salah satu nitizen Gelo Mina Mut, menceritakan pengalaman di SPBU wilayah kubutambahan.
Modusnya ketika hendak isi BBM mobil disuruh terus maju.Jadi posisi sopir jauh di depan, waktu itu dirinya isi 100.000 pertamax. Karena posisi sopir agak jauh dari meteran penunjuk jumlah BBM dipakai kesempatan, namun dia berusaha melihat kebelakang. Dan benar ketika angka 80.000 di stop oleh petugas SPBU.
"Ketika hendak di Nol kan, sontak saya teriak menanyakan..dan petugas gelagapan alasan tidak terlihat..bull shit..saya aja posisi lebih jauh bisa liat..lumayan 20.000 kalo dikalikan berapa konsumen yg dicurangi..Jadi tolong lebih waspada konsumen," pesan Gelo Mina Mut diakhir ceritanya. (sumber: facebook Singaraja Now)