Pertamina Diminta Awasi Agen LPG di Denpasar
DENPASAR, PODIUMNEWS.com – Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Denpasar I Nyoman Sri Utari meminta PT Pertamina melakukan pengawasan terhadap agen-agen penjualan LPG di wilayah Denpasar.
Hal itu menyusul terjadinya kembali kelangkaan LPG 3 kilogram (kg) di wilayah ibu kota Provinsi Bali tersebut, dalam beberapa hari terakhir ini.
Permintaan itu disampaikan Sri Utami usai pihaknya bersama Dinas Ketenagakerjaan dan Energi Sumber Daya Mineral (Disnaker ESDM) Bali melaksanakan pemantauan di Stasiun Pengisian dan Pengangkutan Bulk Elpiji (SPPBE) PT Sari Dharma Mandiri, Kamis (30/5/2024) di Denpasar.
"Dengan adanya kelangkaan gas LPG 3 kg di masyarakat Kota Denpasar ini, kami berharap pihak Pertamina agar lebih meningkatkan pengawasan dalam pendistribusian kepada agen-agen khususnya yang ada di Kota Denpasar. Sehingga nantinya dapat tepat sasaran ke masyarakat yang benar-benar membutuhkan," tegasnya.
Sebab, lanjut Sri Utami, saat ini kondisi perekonomian di Kota Denpasar sedang bertumbuh. Hal ini tidak lepas dari posisi Kota Denpasar sebagai pusat ekonomi dan pusat perdagangan.
“Sehingga pengawasan pendistribusian gas LPG 3 kg kepada agen agar lebih ditingkatkan,” tegasnya lagi.
Untuk itu, pihaknya pun lebih intens mengawasi dan mendata tabung yang didistribusikan dari pangkalan ke agen-agen di Denpasar. Hal tersebut guna menyikapi terjadinya kelangkaan LPG 3 kg dalam beberapa hari belakangan ini.
“Dari hasil pemantauan lapangan, diketahui penerimaan suplai gas dari Pertamina ke SPPBE ini masih cukup stabil seperti kuota sebelumnya,” terangnya.
Sementara itu, Kepala Produksi PT Sari Dharma Mandiri I Nyoman Karbinawa menjelaskan bahwa pihaknya melayani dengan apa yang telah menjadi acuan dari Pertamina. Di mana, suplai gas per hari sebanyak 28 ribu – 29 ribu tabung per hari.
"Namun saya tetap pastikan bahwa apa yg menjadi acuan dari Pertamina sudah kita laksanakan. Dan berharap ke depannya agar sebaran subsidi ini betul-betul sesuai dengan harapan pemerintah agar tepat sasaran, dan sesuai dengan slogan yang tertulis di tabung gas tersebut yakni khusus untuk masyarakat miskin, serta kriteria miskin juga diharapkan dapat didefinisikan dengan benar," ujarnya. (adhy/suteja)