Rudenim Denpasar Luncurkan Lapor Bang Made
DENPASAR, PODIUMNEWS.com - Ditandai dengan pemukulan gong, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM (Kakanwil Kemenkumham) Bali Pramella Yunidar Pasaribu resmi meluncurkan aplikasi Layanan Portal Penerimaan Barang dan Makanan Deteni (Lapor Bang Made), Selasa (3/9/2024) di Denpasar.
Turut mendampingi Kakanwil pada kegiatan tersebut, Plh Kepala Divisi Keimigrasian, Setyo Budiwardoyo, Kepala Rumah Detensi Imigrasi Denpasar Gede Dudy Duwita dan perwakilan konsulat negara sahabat.
Dalam sambutanya, Pramella mengatakan, aplikasi "Lapor Bang Made" merupakan inovasi yang dilakukan oleh jajaran Rudenim Denpasar untuk memungkinkan pihak keluarga atau kerabat deteni dalam mengajukan permohonan pengiriman barang dan makanan secara online.
Nantinya, permohonan tersebut akan diverifikasi oleh petugas Rudenim Denpasar. Hal ini tentunya sangat bermanfaat dalam memberi kemudahan dan kepastian pada saat penerima layanan serta tersampaikannya notifikasi bahwa barang maupun makanan yang dikirimkan telah diterima oleh deteni.
Pramella kembali mengingatkan agar seluruh jajaran berkomitmen dalam menjaga dan memelihara keberlangsungan penggunaan aplikasi tersebut.
“Jangan sampai inovasi ini hanya menjadi sebatas seremonial semata. Saya mengajak seluruh jajaran Rudenim Denpasar untuk bersama sama menjaga dan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat," pintanya.
Lebih lanjut Pramella juga menyampaikan bahwa aplikasi ini diharapkan dapat menjadi solusi efektif untuk mengatasi berbagai tantangan yang dihadapi Rudenim Denpasar dalam mengelola deteni dalam jumlah besar.
"Dengan adanya aplikasi ini, diharapkan dapat mengurangi beban kerja manual, meningkatkan keamanan, serta membangun sistem yang lebih transparan dan akuntabel," pungkasnya.
Senada disampaikan Kepala Rumah Detensi Imigrasi Denpasar, Gede Dudy Duwita yang menyebutkan bahwa sejak awal tahun hingga 3 September 2024, Rudenim Denpasar telah melakukan deportasi terhadap 198 deteni.
"Jumlah ini sangat jauh dari target awal kita yang hanya 15 deteni. Lonjakan angka ini mencerminkan tantangan besar yang kita hadapi, baik dari sisi penegakan hukum, kapasitas detensi, hingga proses pendeportasian.” ujar Dudy
Ditegaskanya, aplikasi "Lapor Bang Made" diharapkan dapat menjadi solusi untuk mengatasi tantangan tersebut. Melalui aplikasi ini, proses pengiriman barang dan makanan bagi deteni dapat dilakukan secara lebih tertib dan transparan.
"Aplikasi ini juga diharapkan dapat mengurangi beban kerja petugas dan meningkatkan keamanan di dalam Rumah Detensi," pungkasnya. (hes/suteja)