Podiumnews.com / Aktual / Hukum

Ganjal ATM Pakai Tusuk Gigi, Komplotan Pembobol Dibekuk di Bali

Oleh Podiumnews • 05 Mei 2025 • 20:05:00 WITA

Ganjal ATM Pakai Tusuk Gigi, Komplotan Pembobol Dibekuk di Bali
Konferensi pers pada Senin (5/5/2025). (Foto: Hes)

DENPASAR, PODIUMNEWS.com - Tim Jatanras Polresta Denpasar berhasil membongkar komplotan pembobol mesin Anjungan Tunai Mandiri (ATM) yang menggunakan modus operandi unik. Dua pelaku, Beranhar Abdullah (51) dan Muhamad Rizky (46), diringkus setelah merugikan belasan nasabah, dengan total kerugian mencapai Rp 102 juta dialami seorang pensiunan PT Telkom.

Kasatreskrim Polresta Denpasar, Kompol Laorens Rajamangapul Heselo, menjelaskan bahwa penangkapan kedua tersangka bermula dari laporan korban, I Wayan Mangku Sweken (72), warga Jalan Tukad Batanghari, Denpasar Selatan.

Korban mengaku kehilangan uang secara misterius dari rekeningnya pada Senin (17/3/2025) setelah bertransaksi di ATM BNI Jalan Tukad Pakerisan, Panjer.

Modus yang digunakan pelaku adalah mengganjal lubang kartu ATM dengan tusuk gigi. Saat korban kesulitan memasukkan kartu, seorang pelaku berpura-pura menawarkan bantuan.

"Pelaku berpura-pura menunjukkan cara transaksi menggunakan fitur Tap Cash, di mana kartu cukup ditempelkan di layar mesin," ujar Kompol Laorens, Senin (5/5/2025).

Dalam situasi kebingungan korban, pelaku dengan cepat menukar kartu ATM asli korban dengan kartu palsu yang identik. Sementara itu, pelaku lainnya mengawasi dari luar bilik ATM untuk mengintip nomor PIN korban saat diketik.

"Pelaku lain mengintip PIN yang diketik oleh korban. Kedua pelaku kemudian meninggalkan lokasi dengan membawa kartu asli korban," terangnya.

Beberapa jam kemudian, korban menerima notifikasi mencurigakan dari mobile banking.

Setelah diperiksa, diketahui terjadi serangkaian penarikan tunai dan transfer dana ilegal dengan total kerugian mencapai Rp 102 juta. Rinciannya, lima kali penarikan tunai sebesar Rp 2 juta, empat kali transfer dana Rp 20 juta, dan satu kali transfer Rp 10 juta.

Berbekal laporan korban, tim Satreskrim melakukan penyelidikan intensif dan berhasil mengidentifikasi keberadaan pelaku. Keduanya ditangkap di sebuah hotel di Jalan Dewi Sartika, Gang Nusa Indah, Denpasar, pada Jumat (11/4/2025) malam.

"Keduanya ini komplotan pembobol ATM, setiap beraksi pulang ke kampung halamanya dan kembali lagi beraksi," ungkap Kompol Laorens.

Dari hasil interogasi, para tersangka mengakui modus operandi mereka. Tusuk gigi digunakan untuk menjebak kartu ATM korban. Saat korban panik, pelaku menawarkan "bantuan" sambil menukar kartu dan mengintip PIN. Setelah berhasil, mereka segera melakukan penarikan atau transfer di lokasi lain.

Kompol Laorens mengungkapkan bahwa komplotan ini telah beraksi di sejumlah ATM di wilayah Denpasar dan Badung, termasuk ATM BNI di Jalan Tukad Pakerisan dan Banyusari, ATM BRI di RS Surya Husada dan Cocomart Kampial, serta ATM Mandiri di Gunung Soputan dan Alfamart Ungasan.

"Jumlah korbannya banyak, ada belasan nasabah, masih kami dalami," imbuhnya.

Polisi berhasil mengamankan barang bukti berupa 35 kartu ATM palsu dari berbagai bank, satu kotak tusuk gigi, satu gergaji besi, dan uang tunai Rp 675.000. (hes/fathur)