Pengkhianatan Proyek: Pekerja Curi Kabel Terpasang
DENPASAR, PODIUMNEWS.com - Sebuah pengkhianatan mencoreng sebuah proyek pembangunan di Jalan Bukit Sari, Padangsambian Kaja, Denpasar Barat. Dua pekerja bangunan yang seharusnya ikut andil dalam proyek tersebut justru bersekongkol melakukan pencurian kabel yang sudah terpasang di tembok. Aksi nekat Dimas Presetyo alias DP (27) dan Mochamad Akbar Maulana alias MAM (26), keduanya berasal dari Jawa Timur, terungkap pada Minggu (4/5/2025) siang.
Ironisnya, kedua pelaku yang seharusnya menjadi bagian dari upaya pembangunan ini dengan mudah melancarkan aksinya menggunakan alat pemotong kabel (gams) milik proyek itu sendiri. Korban, I Ketut Agus Hermawan (38), melaporkan hilangnya kabel proyek yang telah terpasang, bahkan mendapati kabel-kabel tersebut telah dipotong-potong dengan rapi, diduga kuat untuk dijual.
Kasus ini terkuak berkat kejelian seorang tukang listrik yang juga bekerja di proyek tersebut. Ia melihat kejanggalan pada sejumlah kabel yang sudah terpasang, mendapati bekas kerusakan dan potongan-potongan yang mencurigakan. Penemuan ini segera dilaporkan kepada mandor proyek, yang kemudian melakukan pengecekan internal. Hasilnya, dari pengakuan salah satu pekerja, terungkaplah bahwa pelaku pencurian tak lain adalah rekan kerja mereka sendiri, yaitu DP dan MAM yang berprofesi sebagai pekerja bangunan.
"Setelah kejadian tersebut, mandor kemudian segera memberitahu pemilik proyek mengenai adanya pencurian kabel di berbagai bagian proyek. Kejadian ini kemudian dilaporkan ke Polsek Denpasar Barat untuk proses hukum lebih lanjut," ungkap Kasi Humas Polresta Denpasar AKP Ketut Sukadi, pada Selasa (13/5/2025).
Tim Opsnal Unit Reskrim Polsek Denpasar Barat bergerak cepat melakukan penyelidikan. Arah penyelidikan mengarah kepada DP dan MAM. Keduanya berhasil diamankan di bedeng tempat mereka tinggal, beserta sejumlah barang bukti berupa kabel yang sudah dipotong.
"Kedua pelaku mengakui perbuatan mereka yang telah bersama-sama memotong kabel proyek," terang AKP Sukadi, mengakhiri keterangannya.
Kasus ini menjadi tamparan keras bagi kepercayaan dalam lingkungan kerja, di mana orang yang seharusnya bekerja sama membangun justru melakukan tindakan kriminal yang merugikan. Motif di balik pengkhianatan ini masih dalam pendalaman pihak kepolisian.
Namun, kejadian ini menjadi pengingat akan pentingnya pengawasan dan integritas dalam setiap proyek pembangunan, serta potensi kerugian yang bisa ditimbulkan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab, bahkan dari dalam lingkaran proyek itu sendiri. (hes/suteja)