Podiumnews.com / Aktual / Hukum

Ojol Dianiaya Bule di Jalan Labuan Sait Pecatu

Oleh Podiumnews • 22 Mei 2025 • 19:33:00 WITA

Ojol  Dianiaya Bule di Jalan Labuan Sait Pecatu
Seorang Ojol dianiaya bule di Jalan Labuan Sait, Pecatu, Minggu (2/2) dini hari. Warga sempat mengabadikan wajah pelaku sebelum kabur dari lokasi kejadian. (Foto: Hes)

MANGUPURA, PODIUMNEWS.com — Seorang pria asal Malaka, Nusa Tenggara Timur, menjadi korban penganiayaan brutal oleh warga asing di kawasan wisata Jalan Labuan Sait, Pecatu, Kuta Selatan, Badung. Peristiwa itu terjadi pada Minggu dini hari (2/2/2025) sekitar pukul 04.00, saat korban tengah melintas di lokasi.

Korban, Damianus Sayo (30), yang akrab disapa Dami, mengalami luka memar di wajah dan kaki setelah dipukul, dicekik, dan dibanting ke aspal oleh pelaku yang disebut-sebut sebagai bule bertubuh kekar. Pelaku langsung kabur dari tempat kejadian sesaat setelah warga melerai.

“Korban dipukul, dicekik, bahkan dibanting ke aspal, padahal korban tidak ada berbuat salah, dan bahkan tidak kenal pelaku,” ujar seorang sumber di lokasi.

Saat kejadian, Dami sedang mencari penumpang sebagai pengemudi ojek dan tidak melakukan interaksi apapun dengan pelaku sebelumnya. Penganiayaan terjadi tiba-tiba, tanpa provokasi atau alasan jelas.

Warga yang berada di sekitar lokasi sempat memotret wajah pelaku menggunakan kamera ponsel.

Foto pelaku kemudian beredar di media sosial dan menjadi viral, memancing perhatian publik terhadap kekerasan oleh warga asing di wilayah wisata.

Akibat kejadian ini, Dami yang tinggal di kawasan Puri Gading, Jimbaran, langsung melaporkan insiden tersebut ke Polsek Kuta Selatan beberapa jam setelah kejadian, sekitar pukul 08.00 di hari yang sama.

Kapolsek Kuta Selatan, AKP I Komang Agus Dharmayana W., saat dikonfirmasi, membenarkan laporan tersebut dan menyatakan bahwa pihaknya masih mendalami kasus.

“Ya, kami masih memintai keterangan saksi-saksi, termasuk saksi korban dan bukti petunjuk. Masih dalam tahap penyelidikan,” ujar AKP Dharmayana.

Hingga kini, polisi masih menelusuri identitas dan keberadaan pelaku. Kasus ini menambah deretan insiden kekerasan yang melibatkan warga asing di kawasan wisata Bali, yang dinilai perlu mendapatkan penanganan lebih serius dari aparat dan pengawasan ketat terhadap pengunjung. (hes/fathur)