Podiumnews.com / Aktual / Hukum

Turis Rusia Ditodong Pisau Saat Membaca Buku di Vila Goa Gong Jimbaran

Oleh Podiumnews • 29 Mei 2025 • 20:10:00 WITA

Turis Rusia Ditodong Pisau Saat Membaca Buku di Vila Goa Gong Jimbaran
Ilustrasi Bule di Todong saat membaca buku. (Foto: Dewa)

 

BADUNG, PODIUMNEWS.com — Seorang turis asal Rusia nyaris menjadi korban kekerasan bersenjata saat sedang membaca buku di vila tempatnya menginap di kawasan Goa Gong, Ungasan, Pecatu, Kuta Selatan, pada Senin dini hari, (26/5/2025).

Korban berinisial TYC (39) kaget bukan hanya karena kedatangan maling, tetapi juga karena pelaku menodongkan pisau ke arahnya di dalam kamar vila. Pria tak dikenal itu sudah lebih dulu menenteng barang curian berupa iPad merek Apple, uang dolar, dan mainan anak milik korban.

Peristiwa berlangsung cepat sekitar pukul 01.30. Korban yang sedang membaca buku di kamar, mendapati pelaku sudah berada di dalam ruangan.

Tanpa banyak bicara, pelaku mengancam korban dengan pisau agar tidak melawan, lalu bergegas kabur.

“Maling tiba-tiba sudah ada di dalam ruangan sambil membawa barang curian. Pelaku mengancam korban dengan pisau, lalu kabur,” ujar sumber di lapangan, Kamis (29/5/2025).

Korban tidak berani melawan karena merasa nyawanya terancam. Ia membiarkan pelaku pergi demi keselamatan dirinya. Beberapa jam kemudian, korban melapor ke Polresta Denpasar.

Penyidik langsung bergerak memeriksa lokasi, meminta keterangan sejumlah saksi, dan menelusuri rekaman CCTV di sekitar vila. Namun hingga saat ini, pelaku belum berhasil ditangkap.

Kasi Humas Polresta Denpasar, AKP Ketut Sukadi, saat dikonfirmasi mengatakan belum menerima informasi resmi terkait laporan tersebut. “Belum dapat info,” ujarnya.

Kawasan Ungasan dan Pecatu merupakan daerah strategis pariwisata, banyak dihuni wisatawan asing yang menyewa vila atau tinggal jangka panjang.

Namun kejadian ini kembali menunjukkan bahwa keamanan pribadi wisatawan masih menjadi pekerjaan rumah di tengah meningkatnya kasus pencurian yang menyasar turis.

Polisi masih menyelidiki kemungkinan bahwa pelaku telah mengintai korban sebelum beraksi.

Kasus ini menambah daftar panjang kejahatan yang terjadi di kawasan wisata Bali, dengan modus menyasar turis asing di jam-jam rawan. (fathur)