Razia Tengah Malam, Tiga Motor Disita, Satu Bawa Sajam
KUTA SELATAN, PODIUMNEWS.com – Sebuah razia gabungan di kawasan wisata Garuda Wisnu Kencana (GWK), Desa Pecatu, Kuta Selatan, berujung pada temuan mengejutkan. Selain menindak belasan pelanggar lalu lintas, aparat juga mengamankan seorang pengendara yang membawa senjata tajam tersembunyi di dalam jok motor. Razia berlangsung pada Sabtu malam, 31 Mei 2025, sekitar pukul 23.00 WITA.
Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Kapolsek Kuta Selatan AKP Komang Agus Dharmayana dan melibatkan 20 personel gabungan dari Polsek Kuta Selatan, Polresta Denpasar, serta Direktorat Samapta Polda Bali.
"Petugas memeriksa kendaraan yang melintas, khususnya yang melanggar aturan seperti tanpa helm, tidak membawa surat-surat, hingga menggunakan knalpot bising. Satu orang kami amankan karena kedapatan membawa senjata tajam di dalam jok motor," ujar AKP Komang Agus Dharmayana, Senin (2/6/2025).
Dalam razia tersebut, aparat menindak total 12 pelanggar. Barang bukti yang disita berupa 3 unit sepeda motor, 7 STNK, dan 2 SIM. Pelanggaran didominasi oleh kendaraan tanpa plat nomor, tanpa spion, serta kelengkapan kendaraan yang tidak sesuai standar.
Kapolsek menyebut, pengendara yang membawa senjata tajam saat ini tengah menjalani pemeriksaan intensif. Meski belum diketahui motif kepemilikannya, temuan itu menambah catatan penting soal potensi ancaman keamanan di kawasan wisata Pecatu yang kerap ramai hingga larut malam.
"Semua pelanggar telah ditindak melalui tilang oleh Unit Lantas kami," tambahnya.
Di hari yang sama, kegiatan patroli juga dilakukan oleh jajaran Polsek Benoa bersama instansi terkait di kawasan Pelabuhan Benoa. Sebanyak 32 personel gabungan dikerahkan untuk mengantisipasi gangguan kamtibmas, terutama yang melibatkan aktivitas miras oleh Anak Buah Kapal (ABK).
Kapolsek Benoa AKP Ni Wayan Adnyani Prabawati menegaskan bahwa patroli menyasar titik-titik rawan seperti Taman Pelindo II, pertokoan, dan dermaga. Beberapa orang ditemukan tengah mengonsumsi minuman keras dan langsung diberikan imbauan serta penyitaan barang secara humanis.
Dua operasi pada malam yang sama ini menunjukkan komitmen aparat dalam menjaga ketertiban, bahkan di luar jam sibuk. Kawasan wisata dan pelabuhan tetap dipastikan aman, sekaligus sebagai bentuk pencegahan dini terhadap potensi gangguan keamanan di wilayah hukum Badung dan sekitarnya. (hes/suteja)