Kafe, Kos, dan Proyek Jadi Titik Rawan Kekerasan
BADUNG, PODIUMNEWS.com — Berbagai lokasi umum di Kabupaten Badung seperti kafe, rumah kos, hingga tempat kerja kini menjadi titik rawan kekerasan. Hal ini terungkap setelah Tim Jatanras Polres Badung berhasil menangkap lima pelaku yang terlibat dalam serangkaian kasus penganiayaan dan penjambretan dalam beberapa pekan terakhir.
Kapolres Badung AKBP M. Arif Batubara menyebutkan, para pelaku yakni Gede Alit (36), Kadek Doris Pranata (35), Dino Andre Afrinalde (23), Godlive Purba (23), dan Slamet Riadi (37). Mereka diamankan dari lokasi dan kasus berbeda yang menunjukkan tren meningkatnya kekerasan spontan di ruang-ruang publik harian.
Salah satu kasus terjadi di sebuah kafe di Jalan Bukit Tinggi, Mengwi, saat Kadek Doris memukul seorang pria bernama I Putu Agus Wiranata. Kejadian bermula saat listrik padam dan pelaku yang diduga dalam kondisi mabuk langsung memukul korban hingga mengalami luka lebam dan robek di wajah.
Di tempat kerja furniture di Jalan Raya Tangeb, Mengwi, dua pelaku lainnya, Dino Andre dan Godlive Purba, melakukan pengeroyokan terhadap rekannya, Sandri M (33), saat korban hendak mengambil data kerja. Dugaan awal menyebutkan ada konflik pribadi yang memicu pemukulan.
Sementara di sebuah proyek bangunan, Slamet Riadi terlibat adu fisik dengan Rapi Santana Putra setelah salah paham akibat percakapan telepon. Pelaku disebut marah tanpa alasan jelas dan langsung memukul korban di hadapan pekerja lain.
“Banyak lokasi yang sebelumnya dianggap aman kini menjadi tempat terjadinya kekerasan. Ini jadi perhatian kami agar masyarakat lebih waspada,” ujar AKBP M. Arif, Rabu (4/6/2025) di Badung.
Kasus lainnya melibatkan penjambretan terhadap WNA asal Oman, Ali Abdullah Nasser Ali Ambu Saidi, oleh pelaku Gede Alit. Kejadian berlangsung di depan vila korban di Jalan Subak Sari, Kuta Utara. Pelaku menggasak HP senilai Rp21 juta dan ditangkap di kosnya di Denpasar.
Tim Jatanras yang baru dibentuk Polres Badung kini aktif menanggapi laporan masyarakat dan menindak berbagai bentuk kekerasan. Aparat juga mengingatkan bahwa pengawasan dan kontrol lingkungan sangat penting untuk mencegah kekerasan yang muncul di ruang-ruang sehari-hari.
(hes/suteja)