Podiumnews.com / Aktual / Hukum

Konvoi Jadi Ajang Gengsi, Nyawa Jadi Taruhan

Oleh Editor • 04 Juni 2025 • 20:01:00 WITA

Konvoi Jadi Ajang Gengsi, Nyawa Jadi Taruhan
Sejumlah pihak terkait aksi konvoi ugal-ugalan sekelompok remaja di Denpasar diberikan pengarahan di Mapolresta Denpasar, Rabu (4/6/2025). (foto/hes)

DENPASAR, PODIUMNEWS.com — Aksi konvoi ugal-ugalan yang dilakukan sekelompok pelajar di Denpasar pada Sabtu, 31 Mei 2025, memaksa kepolisian memanggil orang tua dan guru untuk diberikan pembinaan dan edukasi. Satlantas Polresta Denpasar menilai aksi tersebut membahayakan keselamatan pengguna jalan dan mencerminkan minimnya kesadaran tertib lalu lintas di kalangan remaja.

Kegiatan sosialisasi digelar di Gedung Pasat Gatra Lantai 3, Mapolresta Denpasar, Rabu (4/6/2025), dan dihadiri oleh Kasat Lantas Polresta Denpasar AKP Yusuf Dwi Admodjo, perwakilan Disdikpora Kota Denpasar, kepala sekolah, guru dari SMP PGRI 1 dan 5 Denpasar, serta para orang tua siswa yang terlibat dalam konvoi.

“Kami tidak hanya melakukan penindakan, tapi juga pendekatan preventif. Harapannya mereka tidak mengulangi perbuatan yang membahayakan diri sendiri dan orang lain,” ujar Kasi Humas Polresta Denpasar AKP I Ketut Sukadi.

Remaja yang terlibat konvoi diketahui masih berusia di bawah 17 tahun dan belum memiliki surat izin mengemudi (SIM). Mereka melintas secara berkelompok di sejumlah ruas jalan dengan cara berkendara yang membahayakan—tanpa helm, berboncengan lebih dari satu orang, bahkan melakukan manuver di jalan umum.

Sebagai bagian dari sanksi moral dan pembinaan, para pelajar diminta menandatangani surat pernyataan untuk tidak mengulangi tindakan serupa. Polisi juga menekankan pentingnya peran keluarga dan sekolah dalam membangun karakter tertib berlalu lintas sejak dini.

“Kesadaran tertib lalu lintas tidak cukup diajarkan di jalan. Harus dimulai dari rumah dan dibiasakan di sekolah,” tegas AKP Yusuf.

Polisi juga mengingatkan bahwa konvoi bukan bentuk keberanian, melainkan tindakan berisiko tinggi yang bisa mengancam nyawa. Kepolisian berharap kolaborasi ini menjadi momentum untuk mendorong edukasi lalu lintas secara berkelanjutan di lingkungan pendidikan dan keluarga.

(hes/suteja)