Search

Home / Aktual / Ragam

Sistem Siber Pemerintah Rentan karena Minim Perawatan

Nyoman Sukadana   |    28 Agustus 2025    |   05:14:00 WITA

Sistem Siber Pemerintah Rentan karena Minim Perawatan
Ilustrasi sistem keamanan siber di instansi pemerintah yang rawan diretas. (podiumnews)

DENPASAR, PODIUMNEWS.com - Serangan siber yang menargetkan laman instansi pemerintah terus terjadi seiring maraknya praktik judi daring. Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) mencatat rata-rata 1,25 miliar anomali trafik internet per tahun, yang berpotensi mengganggu keamanan digital nasional.

Guru besar Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada, Prof Dr Ir Ridi Ferdiana, menilai kerentanan tersebut tidak hanya dipicu faktor eksternal, tetapi juga lemahnya perawatan sistem. “Banyak sistem yang dikembangkan lalu dioperasionalkan, tetapi kemudian lupa dirawat. Padahal aspek maintenance adalah kunci untuk mencegah celah keamanan,” ujar Ridi melalui siaran pers, Rabu (27/8/2025).

Menurut Ridi, sistem siber pada dasarnya selalu berevolusi. Apa yang dianggap aman hari ini bisa menjadi tidak aman di masa mendatang. Karena itu, pembaruan berkala harus dilakukan untuk menutup celah yang muncul. “Kalau dulu celahnya belum ada, sementara hari ini sudah ditemukan, maka perlu segera ada perawatan,” tegasnya.

Ia menambahkan, kelemahan perawatan sistem kerap membuat serangan siber semakin efektif, terutama ketika dikaitkan dengan motif ekonomi seperti judi daring. Serangan ini didesain untuk menyebarkan situs-situs ilegal dengan memanfaatkan celah keamanan yang tidak ditangani.

Selain itu, Ridi menyoroti pentingnya penerapan standar secure code, yakni pengembangan perangkat lunak dengan prinsip keamanan sejak awal. Namun, hal itu kerap berbenturan dengan kenyamanan pengguna. “Menyeimbangkan antara keamanan dan kenyamanan itu juga satu agenda tersendiri,” tambahnya.

Ridi menegaskan langkah mendasar agar serangan serupa bisa diminimalisir adalah komitmen merawat sistem secara berkelanjutan. Perawatan yang dimaksud mencakup pembaruan platform agar lebih aman, penyesuaian spesifikasi sistem agar tetap relevan, serta penyelarasan dengan perkembangan zaman.

“Komitmen untuk merawat itu yang harus ditumbuhkan, supaya kejadian cyber security serangan ini bisa ditekan,” pungkasnya.

(riki/sukadana)

Baca juga :
  • Bupati Sanjaya Buka Good Vespa ke-2 Dyno Test Tabanan
  • Lomba Cipta Menu Jembrana, Ibu Putri Koster Dorong Pemanfaatan Pangan Lokal
  • Wawali Arya Wibawa Resmikan Teba Modern Ubung Kaja