Podiumnews.com / Aktual / News

Mantan Aktivis Ini Berpeluang Jadi Menteri Atau Kepala Staf

Oleh Podiumnews • 21 Oktober 2019 • 16:51:31 WITA

Mantan Aktivis Ini Berpeluang Jadi Menteri Atau Kepala Staf
Fadjroel Rahman menjawab wartawan usai diterima Presiden Jokowi, di Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (21/10) sore.

JAKARTA, PODIUMNEWS.com - Setelah satu per satu yang dinominaskan sebagai calon menteri kabinet 2019-2024 memenuhi panggilan Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Istana Kepresidenan, Jakarta.

Tiba-tiba Istana kedatangan tiga tokoh sekaligus yang kesemuanya mengenai baju warna putih lengan panjang, Senin (21/10) sore. Mereka adalah peneliti Populi Center Nico Harjanto, Pratikno (Menteri Sekretaris Negara 204-2019), dan aktivis Fadjroel Rahman.

Kepada wartawan Fadjroel mengaku didampingi Pratikno diundang makan siang oleh Presiden. “Makan siangnya enak, ada tahu makanan siang biasa, saya pikir menarik,” kata Fadjroel usai bertemu Presiden Jokowi.

Diakui Fadjroel, ada tugas yang memang disampaikan oleh Presiden Jokowi. Tetapi mengenai bentuk tugasnya nanti akan diumumkan secara langsung oleh Presiden Jokowi.

Mengenai materi yang didiskusikannya dengan Presiden, menurut Fadjroel, menyangkut pidato yang disampaikan saat pelantikan Presiden Jokowi, kemarin. 

“Saya sih mengatakan bahwa pidato kemarin, saya bilang itu betul-betul sudah menyatakan apa masalah yang kita hadapi, dan Pak Presiden betul-betul menampilkan diri sebagai The Governing President, yaitu Presiden yang bekerja yang memerintah dan seperti itu,” terang Fadjroel.

Mantan aktivis itu juga menyampaikan, bahwa dirinya selama ini aktif sebagai komisaris utama di PT Adhi Karya (Persero) Tbk yang berurusan dengan infrastruktur, termasuk yang terakhir adalah LRT Jabodebek.

Saat didesak mengenai tugas spesifik yang diberikan oleh Presiden Jokowi? Fadjroel mengatakan, penugasannya akan disampaikan secara langsung oleh Presiden. Namun ia memastikan, bersedia menerima apapun penugasan yang diberikan Presiden kepadanya untuk membantu negari ini.

“Terima kasih saya sudah diberi kesempatan untuk mengabdi lebih besar dalam tugas yang lebih besar kepada negara ini. Mudah-mudahan saya bisa bekerja keras dan juga bekerja cerdas sehingga semua yang dibebankan kepada saya itu bisa saya selesaikan sebaik-baiknya,” ucap Fadjroel.

Mengenai jabatannya sebagai Komisaris Utama Adhi Karya, Fadjroel mengatakan akan dibicarakan lebih jauh mengenai soal tugas yang akan diberikan. Apakah nanti harus mundur sebagai komisaris Adhi Karya ataukah tetap berada di sana.

“Jadi belum ada pembicaraan sampai sejauh itu,” ujarnya.

Terkait kemungkinan dirinya membantu Presiden Jokowi di bidang politik, Fadjroel menyampaikan kalau background dirinya berasal dari ITB, terus masuk ke Universitas Indonesia di bidang ekonomi juga bidang hukum, dan sebetulnya S3 terakhir di bidang komunikasi politik.

Disinggung apakah akan menjadi kepala Kantor Staf Presiden (KSP)? “Lebih baik saya tidak mendahului apa yang akan disampaikan oleh Presiden, saya pikir itu yang bisa saya sampaikan ya. Mudah-mudahan kita bisa kerja sama lebih jauh, nanti kalau sudah ada keputusannya dan kemudian bagaimana penempatannya, saya pikir saya akan bicarakan lebih banyak lagi,” pungkas Fadjroel. (COKPDN)